Dunia Peringati Hari Lupus Setiap 10 Mei

  • 09 Mei 2026 20:53 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Hari Lupus Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 10 Mei. Peringatan ini dirancang untuk membantu kita menyadari bahwa gejala yang tampaknya acak tersebut sebenarnya adalah penyakit autoimun kronis yang melemahkan. Lupus merupakan kondisi kompleks yang masih banyak disalahpahami oleh masyarakat dan bahkan para profesional medis. Diagnosis lupus bisa sangat sulit karena gejalanya sering kali menyerupai penyakit lain. Gejala utamanya adalah ruam wajah yang biasanya terlihat seperti sayap kupu-kupu yang terbentang di pipi.

Melansir laman National Today, Hari Lupus Sedunia ditetapkan pada tahun 2004 dengan tujuan untuk menarik perhatian pada dampak lupus terhadap individu di seluruh dunia. Peringatan tahunan ini menekankan perlunya peningkatan layanan kesehatan, peningkatan penelitian di bidang ini dan pengobatan untuk lupus, perawatan dan pengelolaan lupus yang lebih dini, serta data epidemiologi global yang lebih baik tentang lupus. Peringatan ini diselenggarakan oleh organisasi lupus dari 13 negara, yang mendesak pemerintah mereka untuk meningkatkan pendanaan penelitian, meningkatkan layanan pasien, mengumpulkan lebih banyak angka kejadian, dan meningkatkan kesadaran.

Lupus menyebabkan sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan, menghasilkan antibodi yang menyerang sel-sel sehat, mengakibatkan rasa sakit, peradangan, dan kerusakan pada tubuh. Meskipun lupus dapat mengancam jiwa, saat ini belum ada obat yang diketahui. Sayangnya, sebagian besar orang tidak menyadari keberadaan lupus, seringkali salah mengira penyakit ini sebagai artritis, penyakit yang jauh kurang mematikan.

Banyak orang tidak menyadari keberadaan lupus sampai mereka atau seseorang yang mereka kenal didiagnosis mengidapnya. Inilah masalah yang ingin diatasi oleh Hari Lupus Sedunia. Lupus adalah penyakit yang melemahkan sistem kekebalan tubuh. Biasanya, sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi untuk menjaga tubuh tetap sehat dari penyerang ini. Lupus menyebabkan tubuh menghasilkan autoantibodi, yang benar-benar menghancurkan sel-sel sehat. Autoantibodi ini menyebabkan iritasi, nyeri, dan kerusakan jaringan di seluruh tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....