Kisah Inspiratif Petani Biak Numfor: Dengan Bertani Bisa Bantu Ekonomi Keluarga
- 13 Apr 2026 12:50 WIB
- Biak
RRI.CO.ID,Biak – Potensi lahan di Kabupaten Biak Numfor terbukti mampu menjadi sumber kehidupan dan kesejahteraan bagi keluarga. Dua petani lokal, Christina Marandof dari Kebun Ambai dan Frans Randongkir dari Kebun Dounadik, membagikan pengalaman mereka bahwa berkebun bukan hanya soal memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga dapat meningkatkan ekonomi keluarga secara signifikan.
Mereka menjadi bukti nyata bahwa dengan semangat dan kerja keras, hasil dari tanah sendiri bisa memberikan kehidupan yang layak bahkan menyekolahkan anak hingga menjadi orang sukses.

Christina Marandof, petani di Kebun Ambai, menceritakan pengalamannya mengelola kebun sejak lama. Ia menanam berbagai jenis komoditas mulai dari sayuran, kasbi, kangkung, ketimun, jagung, hingga petatas.
"Di sini kami menanam sayur-sayuran, kasbi, kangkung, ketimun, jagung, petatas, semua ada di kebun. Sudah panen dua kali, ini yang ketiga kalinya kami tanam kembali," ujar Christina saat ditemu RRI, Sabtu 11 April 2026.
Hasil panen tidak hanya untuk konsumsi sendiri, tetapi juga dijual di pasar untuk menambah pemasukan. Ia memiliki sistem pembagian kerja, di mana ia fokus menanam, sementara anak-anaknya yang memasarkan hasil panen.
"Mama tinggal tanam saja, anak saya yang jual di pasar. Jadi saya mengajak mama-mama atau ibu-ibu di rumah, jangan cuma sibuk di dalam rumah. Mari manfaatkan lahan yang ada untuk berkebun, supaya panen ada hasilnya, bisa dimakan bersama dan sisanya dijual," ajaknya.
Lebih jauh, Christina menceritakan bahwa berkat hasil kebun inilah ia mampu membesarkan anak-anaknya seorang diri setelah ditinggal suami meninggal dunia pada tahun 2021 lalu.
"Dari hasil kebun ini saya bisa menghidupi anak-anak saya. Saya punya lima anak, satu jadi Brimob, tiga jadi pegawai, satu kerja di toko. Itu semua dari hasil kebun. Jadi buktinya, bertani itu bisa menyekolahkan anak sampai sukses," tegasnya dengan bangga.

Sementara itu, Frans Randongkir yang juga dikenal sebagai Manwaren Kain Karkara Biak (KKB) Mananwir dan merupakan petani di Kebun Dounadik, menekankan pentingnya nilai ekonomi dan ketekunan dalam bertani.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk sadar bahwa berkebun adalah solusi untuk menambah ekonomi dan menutupi kekurangan kebutuhan sehari-hari.
"Saya mengajak semua saudara dan keluarga, mari kita berkebun untuk menambah ekonomi keluarga dan memperbaiki kehidupan. Kita tidak bisa hanya mengharapkan bantuan, tapi kita harus bergerak sendiri. Karena kebun itu sangat penting, sehingga kita tidak kekurangan apa-apa," ujar Frans.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga aset tanah. Bagi masyarakat yang memiliki lahan, sebaiknya diolah dan dimanfaatkan, bukan justru dijual atau dibiarkan begitu saja.
"Bagi yang punya lokasi atau tanah, mari kita olah. Lokasi itu bukan untuk dijual atau dibiarkan kosong, tapi harus digarap agar bermanfaat untuk keluarga," tambahnya.
Frans yang menanam ketimun, keladi, kangkung, kasbi dan rica, juga menegaskan bahwa menjadi petani tidak boleh hanya menanam, tapi harus disertai perawatan maksimal.
"Petani itu bukan cuma tanam lalu selesai. Kita tanam, kita harus rawat. Kalau sudah panen, kita tanam lagi. Jadi kuncinya harus semangat dan konsisten. Hasil panen nanti bisa dijual di pasar dengan harga yang sesuai, misalnya Rp10.000 atau Rp5.000 per ikat sesuai harga pasar yang berlaku," ungkapnya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....