Laut Bukan Tempat Sampah: Misi Penyelamatan dari Pulau Owi Bersama Trash Hero Biak
- 09 Mei 2026 16:03 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak – Suasana mendung di siang itu, dan laut yang cukup teduh saat puluhan karung berisi sampah plastik diturunkan dari perahu. Bukan barang dagangan biasa, karung-karung ini membawa sampah plastik dari Pulau Owi, Distrik Biak Timur, kabupaten Biak Numfor , Papua, sebuah misi penyelamatan ekosistem yang dikomandoi oleh ketua komunitas Trash Hero Biak, Jack Rumbekwan, bersama anak-anak dari Trash Hero Kids Biak, pada Sabtu 9 Mei 2026.
Aksi ke-186 Trash Hero kali ini terasa berbeda. Bukan sekadar pungut sampah rutin, mereka meresmikan jalur mobilisasi sampah plastik sekali pakai dari pulau-pulau di Kepulauan Padaido menuju daratan Biak untuk didaur ulang.
Ketua Trash Hero Biak, Jack Rumbekwan, menegaskan aksi ini tak sekadar bernilai ekonomi. Dalam satu hari, sebanyak 38 karung plastik dengan total berat 145 kilogram berhasil diangkut.
"Kami bukan lihat dari berapa nilai rupiahnya, tapi bagaimana total sampah yang terkumpul bisa kami amankan. Sangat disayangkan kalau sampah ini terdampar dan merusak ekosistem Kepulauan Padaido yang punya potensi wisata bahari menjanjikan," ujar Jack
Ironisnya, sebagian besar sampah yang mengotori pulau-pulau cantik tersebut adalah sampah kiriman. Untuk itu, Jack mengingatkan masyarakat agar berhenti menganggap laut sebagai "tong sampah raksasa".
“Ancaman terbesar yang ada di Kepulauan Padaido, bahkan lebih khusus di Pulau Owi, itu adalah sampah kiriman yang berdatangan dari berbagai tempat yang juga tentunya pasti dari wilayah pesisir. Kami sangat berharap masyarakat di Kota Biak, di wilayah khususnya di pesisir pantai, jangan membiasakan diri membuang sampah ke laut. Kadang masyarakat menjadikan laut sebagai media tempat terakhir membuang sampah,” ujarnya

“ Padahal, okelah mungkin dianggap itu juga bisa arus laut membawa tempat itu menjadi bersih, tapi di titik tertentu menjadi tumpukan sampah. Mari kita jaga Biak supaya ke depan menjadi kota yang bersih, indah, aman, dan dikenang,”ucap Jack
Dalam kesempatan itu juga, Trash Hero Biak juga melakukan aksi clean up di pasar Bosnik, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Aksi kali ini cukup singkat, namun behasil mendapatkan sebanyak 6 karung sampah.
“Aksi hari ini tadi kami 5 menit, kami dapat empat karung bersama dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, kami Trash Hero Biak, dan Bank Sampah termasuk RKB yang juga menjadi rumah komunitas Biak yang kami sangat intens berkomunikasi untuk menjaga kebersamaan, menjaga Biak menjadi kota kecil terbersih di seluruh Indonesia, tapi yang paling penting adalah mari kita jaga Biak asik tanpa sampah plastic,” ujar Jack

Di ujung dermaga, Bank Sampah ARB Biak sudah bersiap menjemput. Kolaborasi ini memastikan sampah yang dikumpulkan tidak berakhir kembali ke lingkungan, melainkan masuk ke rantai daur ulang.
Ketua Bank Sampah ARB, Taufik, menyambut antusias inisiatif ini. Ia menjelaskan bahwa sampah-sampah ini memiliki nilai ekonomi, yakni Rp1.500 per kg untuk sampah plastik campur dan Rp2.000 per kg jika masyarakat sudah memilahnya berdasarkan jenis.
"Harapan saya, masyarakat Kota Biak bisa lebih bijak. Buanglah sampah pada tempatnya, jangan ke laut," ucap Taufik
Di tengah kerumunan orang dewasa, terselip sosok muda yang menjadi inspirasi nyata. Alisia, usia 13 tahun, siswi kelas 2 SMP yang tinggal di Pulau Owi, yang tergabung dalam Trash Hero kids Biak, dan sudah terbiasa dengan rutinitas yang mungkin asing bagi remaja seusianya di kota besar.
Setiap minggu, Alisia menyisir pinggiran pantai dan sela-sela karang. Tangannya lincah memungut plastik yang hanyut atau tersangkut saat air pasang.
"Laut itu bukan tempat sampah. Mari kaka, bapak, mama, jangan buang sampah ke laut," ucap Alisia
Bagi Alisia dan warga Pulau Owi, menjaga kebersihan pantai bukan lagi sekadar hobi, melainkan upaya bersama dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan indah
Dalam aksi yang terus dilakukan juga melibatkan pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Biak ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor antara komunitas, pemerintah, TNI-Polri dan sektor swasta. Tujuannya satu: mempertahankan predikat Biak sebagai salah satu kota terbersih di Indonesia, namun dengan pendekatan yang lebih mendalam hingga ke pulau-pulau kecil.
Sesuai slogan yang mereka gaungkan hari itu: " We Clean, We Educate, We Change, atau bersama kita bisa buat perubahan, Karena pada akhirnya, keindahan Biak bukan hanya untuk dikenang dalam foto wisatawan, tapi untuk diwariskan kepada generasi penerus bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....