Program MBG Tingkatkan Kehadiran dan Memperbaiki Gizi Siswa

  • 21 Sep 2026 16:16 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, BIAK - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di SD Inpres Aru, Kabupaten Biak Numfor sejak 3 September 2025 hingga saat ini berjalan lancar, bahkan berhasil meningkatkan motivasi belajar dan kehadiran siswa.

Kepala SD Inpres Aru, Neli Rumaseb mengemukakan, selama satu tahun pelaksanaan, program MBG berjalan lancar tanpa kendala berarti. Bahkan Sinergi antara pihak sekolah, orang tua, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terjalin dengan baik.

"Sejauh ini kami hanya menerima laporan dari orang tua siswa terkait program MBG ini, jika ada anak yang alergi makanan tertentu langsung kami teruskan ke pihak dapur untuk ditindak lanjuti. Kami bersyukur selama ini tidak ada protes sama sekali dari orang tua siswa," ujar Kepala SD Inpres Aru, Neli, Senin (21 September 2026).

Menurutnya, antusiasme siswa terhadap program MBG sangat tinggi. Terbukti saat dapur MBG sempat tidak beroperasi beberapa waktu lalu, para siswa setiap pagi terus bertanya kapan program ini berjalan kembali.

Kepsek Neli Rumaseb mengatakan, program MBG selain meningkatkan kehadiran siswa, juga berdampak pada kesehatan siswa, bahkan dari hasil penimbangan rutin setiap bulan, tercatat terjadi peningkatan berat badan siswa- siswi.

Hingga kini tidak ada laporan siswa sakit perut atau muntah akibat mengonsumsi MBG, dan untuk menjaga keamanan pangan, pihak sekolah menerapkan prosedur ketat, yakni mewajibkan siswa mencuci tangan sebelum makan dan memastikan kondisi kesehatan siswa sebelum makanan dibagikan.

Selaku kepala sekolah, Neli Rumaseb atas nama dewan guru SD Inpres Aru menyampaikan apresiasi atas keterbukaan SPPG yang memberikan akses kepada guru untuk memantau langsung proses pengolahan makanan di dapur.

"Kami berterima kasih kepada SPPG, karena kami bisa diundang masuk ke dapur dan bisa langsung melihat aktivitas. Jika ada yang kurang, seperti ada batu di nasi atau buah yang tidak layak kami sampaikan langsung kepada petugas," ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi pihak sekolah yaitu selera menu anak-anak yang berbeda-beda, bahkan sejumlah anak memilih tidak menikmati MBG karena menu tidak sesuai seleranya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....