UKS/M Diperkuat, Pemkab Biak Numfor Dorong Kesehatan Sekolah
- 14 Sep 2026 13:10 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor mendorong penguatan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) sebagai salah satu upaya memastikan program kesehatan dan Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal di satuan pendidikan. Dorongan tersebut disampaikan Pj. Sekda Biak Numfor, Zacharias L. Mailoa, mewakili Bupati Biak Numfor,saat membuka Sosialisasi Pedoman, Orientasi Pemantauan, Stratifikasi UKS/M dan Media Kie Gizi untuk satuan pendidikan di Kabupaten Biak Numfor, di Swiss-Belhotel Cendrawasih Biak, Senin 14 September 2026.
Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Biak Numfor bersama Yayasan Jenewa Madani, UNICEF dan Pemerintah Jepang, dengan melibatkan 12 organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan 125 sekolah.
Zacharias L. Mailoa menegaskan, UKS/M tidak boleh hanya dipandang sebagai dokumen administrasi, tetapi harus benar-benar diterapkan sebagai pedoman dalam menjaga kesehatan peserta didik.
“Ini bukan sekedar dokumen administrasi ini tetapi bagaimana kita bisa hidupkan kegiatan usaha kesehatan sekolah maupun madrasah ini di sekolah masing-masing dapat berjalan sesuai dengan SOP yang ada,” ujarnya
Menurutnya, penguatan UKS/M juga memiliki kaitan erat dengan pelaksanaan program strategis nasional, khususnya MBG (Makan Bergizi Gratis). Karena itu, kepala sekolah dan guru dinilai memiliki peran penting dalam mengawal pelaksanaan program tersebut di sekolah.
Zacharias juga menyoroti pelaksanaan MBG yang hingga kini dinilai belum menjangkau secara optimal anak-anak di wilayah 3T di Kabupaten Biak Numfor.
Ia menyebut, berdasarkan hasil pemantauan pemerintah daerah, sebagian anak di wilayah perkotaan dan Samofa telah mendapatkan akses makanan dari keluarga maupun program yang berjalan. Sementara kondisi berbeda masih ditemui anak-anak di wilayah kampung, pulau dan distrik yang jauh dari pusat kota.
“Itu sebenarnya itu yang sangat penting buat mereka. Itu harus didahulukan, diprioritaskan untuk MBG itu harus ada di mereka di sana, bukan di kota dan Samofa.”
Zacharias mengatakan, pemerintah daerah mendorong agar pelaksanaan MBG di wilayah 3T dapat segera berjalan. Hal tersebut dinilai penting karena kebutuhan anak-anak di wilayah tersebut lebih mendesak.
Sementara itu, Catur Budi Santoso dari Direktorat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan, UKS/M menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan sekolah yang sehat.
Menurutnya, sejumlah program pemerintah seperti MBG dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dapat dikawal melalui UKS/M sebagai rumah besar kesehatan di lingkungan sekolah.
“UKS adalah rumah besar bagaimana sehat di sekolah. Karena di sini eh di Kementerian Pendidikan punya UPT namanya Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan.”ucapnya
Catur menegaskan, pelaksanaan UKS/M membutuhkan kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian Agama.
Ia berharap penguatan UKS/M dapat berkontribusi terhadap terwujudnya generasi yang sehat, cerdas dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti para pemangku kepentingan pendidikan dan kesehatan, termasuk kepala sekolah dari jenjang PAUD, TK, SD, SMA, SMK dan madrasah di Kabupaten Biak Numfor.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....