Usai Demo Data Center, Warga Nongsa Dapat Air Sembilan Tangki

  • 06 Okt 2026 06:32 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Gangguan pasokan air bersih masih dirasakan warga Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam. Pengelola air bersih, PT Air Batam Hilir (ABH) menyalurkan tujuh tangki air untuk memenuhi kebutuhan warga, sementara dua tangki dari Direktorat Samapta Polda Kepulauan Riau turut dikerahkan selama jaringan diperbaiki.

Sembilan tangki air didistribusikan ke permukiman warga yang berdekatan dengan Data Center itu, pada Senin, 5 Oktober 20206. Penyaluran memasuki kloter kedua setelah warga sebelumnya unjuk rasa di kawasan

Nongsa Digital Park (NDP) mengenai terganggunya aliran air ke permukiman.

Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Nona Pricillia Ohei mengatakan kepolisian ikut turun tangan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat guna menjaga kondusifitas dilapangan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan pemerintah dan sejumlah pihak terkait agar permasalahan air cepat selesai.

"Kita semua tau bahwa disana ada perbaikan pipa air bersih yang sedang ditargetkan BP Batam selesai pada besok tanggal 6 Oktober. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan perbaikan koneksi dapat diselesaikan sesuai target, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat dapat kembali terpenuhi secara normal,” kata Nona, melalui siaran persnya.

Nona melanjutkan, selama proses tersebut, warga masih bergantung pada distribusi air menggunakan tangki. Jika perbaikan selesai sesuai target pada Selasa, pasokan melalui jaringan diharapkan kembali berjalan dan kebutuhan warga tidak lagi bergantung pada distribusi sementara.

Diketahui, penyampaian aspirasi warga Sambau berlangsung di bawah pengamanan personel Polsek Nongsa. Polisi melakukan pendekatan persuasif untuk menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memastikan komunikasi antara warga dan pihak terkait berjalan tanpa gangguan.

Ketua RT 03 RW 02 Kelurahan Sambau, Andi Lalang, mengatakan gangguan pasokan air di wilayahnya bukan persoalan yang baru terjadi. Menurut dia, kondisi tersebut dalam beberapa bulan terakhir justru semakin parah.

Andi mengatakan warga di RT 03 Bakau Serip sebenarnya telah lama mengalami gangguan aliran air. Namun, selama ini persoalan tersebut berusaha diredam agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

“Kalau khusus RT kami, di RT 03 Bakau Serip itu sudah lama yang terdampak. Tapi saya redam saja, warga cukup kalau bisa hidup airnya tiga jam, dua jam, oke, tidak ada masalah,” kata Andi saat ditemui dalam aksi.

Menurut Andi, warga selama ini berusaha beradaptasi dengan kondisi tersebut. Aliran air yang hanya tersedia dalam waktu terbatas tetap dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, kondisi yang semakin memburuk membuat warga akhirnya menyampaikan aspirasi. Bagi mereka, persoalannya bukan sekadar air yang sesekali mati, tetapi pasokan yang semakin sulit diandalkan untuk kebutuhan rumah tangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....