Investasi Data Center Batam Diproyeksi Rp500 Triliun
- 30 Sep 2026 17:07 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Batam mulai membidik peluang baru dari pertumbuhan industri data center dengan mendorong manufaktur yang dapat menjadi bagian dari rantai pasok sektor tersebut.
Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan peluang investasi industri data center dalam dua tahun ke depan diperkirakan mencapai sekitar Rp500 triliun. Nilai investasi tersebut dinilai dapat membuka ruang bagi tumbuhnya industri pendukung di Batam.
“Potensi investasi industri data center ke depan sangat besar. Kita akan mendorong agar manufaktur-manufaktur pendukung ekosistem data center ke depan ikut berkembang,” ujar Fary saat ditemui dalam Manufacturing Indonesia Series Batam Chapter 2026 di Radisson Hotel Batam, Selasa (29/9/2026).
Menurut Fary, peluang tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan pusat data, tetapi juga kebutuhan berbagai teknologi dan peralatan yang menopang operasionalnya. Karena itu, pengembangan manufaktur lokal dinilai penting agar Batam dapat mengambil bagian lebih besar dari rantai pasok industri data center.
Batam sendiri telah memiliki basis industri yang cukup besar. Fary menyebut terdapat sekitar 35 kawasan industri dan 135 kawasan shipyard yang menjadi bagian dari ekosistem manufaktur dan industri di kota tersebut.
Basis tersebut, kata dia, perlu terus diperkuat dengan teknologi, sistem informasi, serta infrastruktur yang semakin modern agar mampu mengikuti kebutuhan industri baru.
Peluang pengembangan manufaktur pendukung data center menjadi salah satu pembahasan dalam Manufacturing Indonesia Series Batam Chapter 2026 yang digelar PT Pamerindo Indonesia. Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, pemerintah, dan calon investor.
Fary mengatakan forum semacam itu dibutuhkan Batam untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan teknologi dan peluang investasi.
“Batam memerlukan kegiatan-kegiatan seperti ini dalam rangka mendorong arahan Presiden agar Batam menjadi model pertumbuhan ekonomi melalui destinasi investasi,” katanya.
Di sisi lain, BP Batam juga menilai masuknya investasi perlu diikuti dengan kepastian regulasi dan pelayanan yang cepat. Menurut Fary, kedua aspek tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga daya tarik Batam di tengah persaingan memperebutkan investasi.
“Kita mau mendorong agar kepastian investasi dan kecepatan dalam hal pelayanan menjadi perhatian bersama, sehingga Batam bisa menjadi role model pertumbuhan ekonomi melalui investasi,” ujarnya.
BP Batam berencana memperkuat kerja sama dengan Kadin dan Pamerindo Indonesia untuk memperluas kegiatan yang mempertemukan industri dengan penyedia teknologi dan investor. Pameran serupa dijadwalkan kembali digelar di Batam pada April 2027 dengan cakupan kerja sama yang lebih intensif.
Fary mengatakan pengembangan investasi dan manufaktur pada akhirnya diharapkan menciptakan efek berganda bagi perekonomian Batam, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga aktivitas ekspor-impor dan konsumsi masyarakat.
“Kalau pertumbuhan ekonomi kita naik, maka tenaga kerja, ekspor-impor, belanja pemerintah dan belanja masyarakat juga akan naik. Ini memberikan manfaat kesejahteraan bagi masyarakat Batam sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....