OJK Dorong Perpustakaan Desa di Natuna Jadi Pusat Literasi Keuangan
- 30 Sep 2026 20:11 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau mendorong perpustakaan desa di Kabupaten Natuna tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat pembelajaran dan akses layanan keuangan bagi masyarakat.
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, mengatakan perpustakaan memiliki posisi strategis untuk memperluas edukasi keuangan hingga ke wilayah perdesaan.
“Perpustakaan bukan hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga dapat menjadi pusat pembelajaran masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperluas edukasi keuangan sehingga masyarakat semakin mampu mengelola keuangan secara sehat serta mengenali produk dan layanan keuangan yang legal dan logis,” ujar Sinar dalam audiensi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna, Selasa (29/9/2026).
OJK bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna akan mendorong pelaksanaan Training of Trainer (ToT) mengenai perencanaan keuangan berkelanjutan dan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.
Pelatihan tersebut ditujukan bagi pustakawan yang tersebar di 37 desa di Kabupaten Natuna. Mereka nantinya diharapkan dapat menjadi agen edukasi keuangan di desa masing-masing.
Menurut Sinar, penguatan literasi tersebut penting agar masyarakat tidak hanya memahami cara mengelola keuangan, tetapi juga mampu mengenali produk dan layanan keuangan yang legal.
Dalam edukasi yang disiapkan, OJK memperkenalkan pembagian pengeluaran ke dalam tiga kelompok, yakni kebutuhan rutin atau biaya hidup, kebutuhan situasional untuk menghadapi kondisi darurat, serta persiapan keuangan untuk masa depan dan hari tua.
OJK juga memperkenalkan formula alokasi keuangan 10-20-30-40, dengan 10 persen untuk dana sosial, 20 persen untuk tabungan dan investasi, maksimal 30 persen untuk cicilan utang, dan 40 persen untuk biaya hidup.
Tidak berhenti pada edukasi, OJK bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna juga menjajaki pemanfaatan perpustakaan desa sebagai Agen Laku Pandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif.
Jika skema tersebut terealisasi, perpustakaan desa dapat menjadi titik layanan keuangan dasar bagi masyarakat, seperti menabung, melakukan penarikan uang, dan membayar tagihan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendekatkan layanan keuangan formal kepada masyarakat perdesaan yang selama ini harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk memperoleh layanan dasar.
Sebagai bagian dari penguatan literasi, OJK turut menyerahkan 17 buku edukasi keuangan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna.
Masyarakat Natuna juga dapat mengakses pembelajaran keuangan secara gratis melalui Learning Management System (LMS) Keuangan OJK. Platform tersebut menyediakan modul pembelajaran interaktif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola keuangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....