Batam Masuk 10 Besar Pelabuhan dengan Pertumbuhan Konektivitas Tertinggi Dunia

  • 30 Sep 2026 16:59 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Batam masuk dalam jajaran pelabuhan dunia dengan pertumbuhan konektivitas pelayaran tertinggi dalam satu dekade terakhir. Posisi itu tercatat dalam laporan UN Trade and Development (UNCTAD) untuk periode Kuartal II 2016 hingga Kuartal II 2026.

Dalam daftar 10 pelabuhan dengan pertumbuhan Port Liner Shipping Connectivity Index (PLSCI) tertinggi, Batam berada di peringkat keenam. Daftar tersebut mencakup pelabuhan di Spanyol, Ekuador, Turki, China, Iran, Rusia, Amerika Serikat dan Norwegia.

UNCTAD mencatat, pelabuhan-pelabuhan dalam daftar tersebut mengalami pertumbuhan konektivitas yang kuat selama periode 10 tahun. Pertumbuhan itu menjadi gambaran semakin terhubungnya pelabuhan-pelabuhan tersebut dengan jaringan pelayaran kapal lini global.

Bagi Batam, perkembangan itu berlangsung bersamaan dengan meningkatnya layanan pelayaran langsung atau direct call di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, TPK Batu Ampar mencatat 106 kunjungan kapal melalui layanan direct call internasional. Jumlah itu meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 34 kunjungan kapal.

Kenaikan serupa terlihat pada arus peti kemas. Volume melalui layanan direct call mencapai 58.237 TEUs pada Januari-Mei 2026, naik 125 persen dibandingkan 25.904 TEUs pada periode yang sama 2025.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad mengatakan perkembangan tersebut tidak terlepas dari posisi Batam yang berada di jalur perdagangan internasional.

Namun, menurut Amsakar, posisi geografis hanya menjadi modal awal. Infrastruktur pelabuhan dan fasilitas pendukung tetap perlu diperkuat agar pertumbuhan konektivitas dapat memberikan dampak lebih luas terhadap kegiatan industri dan investasi.

“Keunggulan geografis saja tidak cukup. Kita harus memastikan pelabuhan dan infrastruktur pendukung terbangun maksimal sehingga aktivitas investasi dan industri dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi ekonomi daerah dan masyarakat,” ujar Amsakar, Selasa (29/9/2026).

Layanan direct call menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat posisi Batam dalam jaringan logistik internasional. Dengan koneksi pelayaran langsung, pelaku usaha memiliki jalur pengiriman yang menghubungkan Batam dengan pelabuhan tujuan tanpa seluruh arus barang harus melalui pelabuhan transit.

Perkembangan tersebut juga memperlihatkan perubahan kebutuhan Batam sebagai kawasan industri. Selain membutuhkan kawasan produksi dan investasi, konektivitas logistik menjadi bagian penting untuk memastikan barang dapat bergerak lebih efisien menuju pasar internasional.

Catatan UNCTAD menempatkan perkembangan tersebut dalam konteks yang lebih luas. Dalam kurun 10 tahun, Batam bukan hanya mempertahankan perannya sebagai kawasan industri dan perdagangan, tetapi juga memperkuat keterhubungannya dengan jaringan pelayaran global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....