BP Batam Dorong Investasi Data Center Tak Boleh Mendahului Kesiapan Utilitas
- 30 Sep 2026 17:39 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Kebutuhan listrik industri data center di Batam diproyeksikan mulai melampaui separuh beban puncak listrik kota itu pada 2029. Kondisi tersebut menjadi tantangan baru seiring meningkatnya investasi pusat data berbasis teknologi.
Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis mengatakan kapasitas eksisting, komitmen, dan pipeline industri data center di Batam saat ini telah mencapai 1,47 gigawatt (GW) IT.
“Setiap megawatt investasi baru harus datang bersama solusinya. Jangan sampai investasi datang lebih cepat daripada kesiapan listrik,” kata Fary dalam sosialisasi kebijakan tarif listrik PLN Batam di Hotel Mercure Batam, Jumat, 25 September 2026.
Menurut Fary, 2029 akan menjadi titik penting karena kebutuhan energi data center diperkirakan mulai mengambil porsi lebih dari separuh beban puncak listrik Batam.
Di sisi lain, PLN Batam memproyeksikan beban puncak listrik meningkat hampir tiga kali lipat, dari 841 megawatt (MW) pada 2026 menjadi 2.540 MW pada 2035. Daya mampu pasok juga direncanakan meningkat hingga 3.691 MW untuk mengantisipasi pertumbuhan tersebut.
Fary mengatakan pertumbuhan industri data center membuat kesiapan utilitas harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi investasi. BP Batam mendorong paradigma “Utility First, Investment Follows”, dengan memastikan listrik, air, dan infrastruktur tersedia sebelum investasi baru berkembang.
“Batam tidak cukup hanya menawarkan lahan dan insentif. Keunggulan baru kita adalah kepastian, kecepatan, dan kepercayaan,” ujarnya.
Ia menegaskan pengembangan energi harus tetap menjaga kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan kepastian operasional bagi investor. Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan data center diharapkan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi digital Batam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....