Dari Pelabuhan ke Kabel Bawah Laut, Batam Perluas Konektivitas ke Dunia Digital

  • 30 Sep 2026 16:58 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Konektivitas Batam dengan dunia internasional tidak lagi hanya bertumpu pada pelabuhan dan jalur perdagangan. Seiring berkembangnya industri berbasis teknologi, kota industri di Kepulauan Riau itu juga memperluas koneksinya melalui jaringan kabel bawah laut.

Salah satunya melalui Nongsa–Changi Cable (NCC) yang mendarat di Batam pada 20 Juli 2026. Kabel tersebut menghubungkan Nongsa Digital Park di Batam dengan Changi, Singapura.

Jaringan itu menggunakan 24 pasang serat optik dan memperkuat konektivitas digital antara Indonesia dan Singapura. Kehadirannya juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan pusat data, komputasi awan, kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), serta interkoneksi antarpusat data.

Perkembangan ini berlangsung ketika Batam tengah mendorong pertumbuhan industri digital, termasuk pusat data yang membutuhkan koneksi internet berkapasitas besar dan stabil.

Artinya, posisi Batam sebagai kawasan strategis tidak lagi hanya diukur dari seberapa mudah barang keluar-masuk melalui pelabuhan. Kemampuan menghubungkan arus data lintas negara juga semakin menjadi bagian dari infrastruktur ekonomi kota tersebut.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad mengatakan penguatan konektivitas perlu dilakukan di berbagai sektor, mengikuti perubahan kebutuhan industri.

“Kita ingin Batam semakin terhubung. Bukan hanya terhubung secara fisik melalui pelabuhan dan jalur perdagangan, tetapi juga terhubung secara digital,” ujar Amsakar, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, kedua jenis konektivitas tersebut menjadi bagian dari pembangunan ekosistem investasi dan industri di Batam.

Kehadiran NCC juga memperkuat hubungan Batam dengan Singapura sebagai salah satu pusat konektivitas digital kawasan. Bagi industri yang mengandalkan pertukaran data dalam jumlah besar, keberadaan jaringan kabel bawah laut menjadi bagian penting dari infrastruktur yang menopang aktivitas tersebut.

Perubahan ini memperlihatkan bahwa kebutuhan infrastruktur Batam ikut bergeser. Infrastruktur fisik seperti pelabuhan tetap dibutuhkan untuk mendukung perdagangan barang, sementara jaringan digital semakin penting bagi industri yang mengandalkan data dan teknologi.

Dengan posisi Batam yang berada di jalur perdagangan internasional sekaligus berdekatan dengan Singapura, pengembangan kedua jenis konektivitas tersebut berjalan beriringan.

“Keduanya akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem investasi dan industri yang memberi kemanfaatan bagi ekonomi kita,” kata Amsakar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....