16 Proyek Data Center Masuk Pipeline Investasi Batam
- 30 Sep 2026 16:33 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Bisnis pusat data atau data center menjadi salah satu investasi yang berkembang pesat di Kota Batam, Kepulauan Riau. Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat 16 proyek data center masuk dalam pipeline pengembangan, mulai dari yang telah beroperasi hingga masih dalam tahap negosiasi.
Dari 16 proyek tersebut, dua data center telah beroperasi. Lima proyek lainnya sedang dalam tahap konstruksi, tiga proyek berada pada tahap persiapan konstruksi, sementara enam proyek masih dalam proses negosiasi.
Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan investasi data center menjadi salah satu sektor yang tengah dikebut pengembangannya di Batam.
“Sekarang yang sedang booming di BP Batam ini berkaitan dengan investasi Data Center,” ujar Fary saat menghadiri The Premier Manufacturing Expo in Batam, Selasa, 29 September 2026.
Menurut Fary, dalam hampir tiga tahun terakhir, potensi investasi data center yang masuk ke Batam mencapai sekitar Rp500 triliun.
Namun, BP Batam tidak ingin pertumbuhan investasi tersebut berhenti pada pembangunan fasilitas pusat data. Pemerintah juga mendorong agar kehadiran data center diikuti pertumbuhan industri pendukung di Batam.
“Dan tentu kami tidak hanya berharap bahwa Data Center itu berdiri sendiri, nanti akan diikuti dengan industri pendukung Data Center,” tambahnya.
Pertumbuhan industri tersebut sekaligus menuntut kesiapan infrastruktur pendukung. Fary menyebut kebutuhan listrik dan air menjadi bagian penting yang harus disiapkan untuk menopang operasional data center.
“Termasuk dalam kebutuhan juga tentang listrik dan air dengan segala teknologinya, sangat butuh untuk kita bisa mempercepat investasi di Batam,” katanya.
Sejumlah proyek yang masuk dalam pipeline BP Batam memiliki nilai investasi cukup besar. DayOne menjadi salah satu proyek terbesar dengan nilai sekitar USD12 miliar atau setara Rp216 triliun yang dikembangkan di kawasan Industri Kabil dan Nongsa Digital Park.
Kemudian PT Equator Gate System Batam atau EGSB mengembangkan data center di kawasan Nongsa dengan nilai investasi sekitar USD5 miliar atau Rp88 triliun. Altiva DC di Nongsa memiliki nilai investasi sekitar USD3 miliar atau Rp54 triliun.
Sementara BW Digital di Nongsa Digital Park tercatat memiliki nilai investasi sekitar USD1,5 miliar atau Rp27 triliun. NeutraDC Nxera Batam di kawasan Industri Kabil mencapai sekitar USD400 juta atau Rp7,2 triliun.
Ada pula Golden Digital Gateway di Nongsa Digital Park dengan nilai investasi sekitar USD50 juta atau Rp900 miliar.
Selain proyek tersebut, pipeline BP Batam juga mencakup Princeton Digital Group (PDG), Pusat Data Nasional, Racks Central RCB1, BW Digital, Octagon DC, Infinity Links DC, Sembcorp DC, Data Center City, Farmsent, dan Global Data Center.
Fary mengatakan BP Batam akan membahas kebutuhan infrastruktur pendukung bersama para pemangku kepentingan. Langkah tersebut dilakukan agar pertumbuhan investasi data center dapat berjalan seiring dengan kesiapan utilitas dan industri pendukung di Batam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....