Listrik Data Center Batam Diproyeksi Lampaui Separuh Beban Puncak pada 2029

  • 28 Sep 2026 16:46 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pertumbuhan industri data center di Batam mulai menjadi tantangan bagi sistem kelistrikan daerah. Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memperkirakan kebutuhan listrik sektor tersebut pada 2029 akan melampaui separuh beban puncak listrik Batam.

Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan kondisi itu menuntut kesiapan energi dan infrastruktur yang berjalan lebih cepat daripada pertumbuhan investasi. Berdasarkan pemetaan BP Batam, kapasitas eksisting, komitmen, dan pipeline industri data center di Batam saat ini mencapai 1,47 gigawatt (GW) IT.

“Setiap megawatt investasi baru harus datang bersama solusinya. Jangan sampai investasi datang lebih cepat daripada kesiapan listrik. Infrastruktur harus mendahului pertumbuhan, bukan tertinggal di belakangnya,” kata Fary dalam Sosialisasi Keputusan Menteri ESDM Nomor 354.K/TL.04/MEM.L/2026 tentang Tarif Tenaga Listrik PT PLN Batam di Hotel Mercure Batam, Jumat, 25 September 2026.

Menurut Fary, kebutuhan energi sektor data center diproyeksikan menjadi salah satu tantangan utama sistem kelistrikan Batam dalam beberapa tahun mendatang. Di saat yang sama, PLN Batam memproyeksikan beban puncak listrik meningkat hampir tiga kali lipat, dari 841 megawatt (MW) pada 2026 menjadi 2.540 MW pada 2035.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan beban tersebut, daya mampu pasok listrik Batam direncanakan meningkat hingga 3.691 MW. Fary mengatakan peningkatan kapasitas energi harus diikuti perubahan pendekatan dalam pengembangan investasi, sehingga pertumbuhan industri tidak mendahului kesiapan utilitas.

BP Batam kemudian mendorong paradigma “Utility First, Investment Follows”. Pendekatan ini menempatkan kesiapan utilitas sebagai fondasi sebelum investasi baru masuk, dengan lima prioritas, yakni, tarif listrik yang kompetitif, jaminan pasokan energi, percepatan pembangunan infrastruktur, ketahanan air, serta integrasi antara investasi dan kesiapan utilitas.

Fary mengatakan kebijakan energi di Batam pada akhirnya harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus dunia usaha. Keandalan dan keterjangkauan listrik, pelayanan air, serta kepastian operasional bagi investor dinilai perlu berjalan beriringan agar pertumbuhan ekonomi Batam tetap berkelanjutan dan seimbang.

“Batam tidak cukup hanya menawarkan lahan dan insentif. Keunggulan baru kita adalah kepastian, kecepatan, dan kepercayaan. Energi Batam harus siap agar investasi tumbuh dan Batam menjadi pusat ekonomi digital regional,” ujar Fary.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....