NDP Targetkan Talenta Digital Batam Tembus Pasar Internasional
- 26 Agt 2026 17:29 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Nongsa Digital Park (NDP) menargetkan pengembangan talenta digital di Batam tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan tenaga kerja lokal, tetapi mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki standar kompetensi internasional.
Target tersebut menjadi salah satu perhatian dalam aktivasi Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Batam di Nongsa Digital Park, Rabu, 26 Agustus 2026 Program tersebut mempertemukan pemerintah, industri, perguruan tinggi, komunitas, startup, pengembang game, hingga pelaku teknologi.
Direktur Corporate Affairs Nongsa Digital Park, Peters Vincen, mengatakan penguatan talenta menjadi bagian penting dari perkembangan ekonomi digital. Menurutnya, keberadaan perusahaan dan investasi digital di Batam harus diikuti dengan kemampuan tenaga kerja lokal untuk mengambil kesempatan yang tersedia.
“Kita perlu banyak training. Kita banyak kerja sama dengan sekolah-sekolah yang untuk di animasi tadi kita kasih pendidikan untuk menjadi animator secara gratis,” ujar Peters.
Menurut Peters, pengembangan talenta lokal menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Ia menyebut tenaga lokal di studio animasi yang dikembangkan NDP sebelumnya hanya sekitar dua persen, namun kini telah mencapai 49 persen.
Ia mengatakan, peningkatan tersebut tidak terlepas dari pelatihan serta kerja sama dengan institusi pendidikan. Bahkan, lulusan program yang dikembangkan NDP telah tersebar dan sebagian membangun usaha sendiri di bidang animasi.
Program Director Infinite Learning, Ari Nugrahanto, mengatakan kebutuhan industri saat ini membuat talenta Indonesia harus memiliki kemampuan yang dapat digunakan di pasar global. Karena itu, pembekalan tidak cukup hanya berorientasi pada kebutuhan lokal.
“Sudah saatnya memang kita industri dan pemerintah dan semua stakeholder bergandeng tangan untuk segera mewujudkan mimpi kita sama-sama, terutama bagaimana anak-anak Indonesia atau talenta Indonesia segera bukan hanya lokal tapi juga mendunia,” kata Ari.
Ari menyebutkan, dari lulusan program yang dikembangkan Infinite Learning sejak 2019, jumlahnya telah mencapai lebih dari 10 ribu orang jika digabungkan dengan lulusan Apple Academy. Ia mengatakan sekitar 57 persen di antaranya telah terserap di perusahaan, termasuk perusahaan multinasional.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa talenta Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing. Ia menilai istilah tenaga kerja murah atau cheap labor perlu ditinggalkan dan digantikan dengan konsep competitive labor yang menekankan kualitas keterampilan berstandar internasional.
Pengembangan talenta juga dilakukan melalui hubungan yang lebih dekat antara sekolah, perguruan tinggi dan industri. NDP telah membuka ruang bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman melalui program magang serta keterlibatan langsung dengan sejumlah industri yang berada di kawasan tersebut.
Ari menilai pola tersebut penting agar lulusan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempunyai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Pada saat yang sama, talenta digital diharapkan dapat berkembang menjadi pengusaha yang menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Melalui GSIH, kolaborasi antara NDP, pemerintah, akademisi, komunitas dan industri diharapkan semakin terstruktur. Dengan begitu, pengembangan talenta digital Batam dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi daerah dalam ekosistem ekonomi digital nasional dan global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....