DPRD Batam Dorong Pramuwisata Profesional Perkuat Pariwisata
- 14 Agt 2026 18:46 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing pariwisata Kota Batam. Di tengah terus bertumbuhnya kunjungan wisatawan, keberadaan pramuwisata yang profesional dinilai berperan besar dalam menciptakan pengalaman positif bagi para pengunjung.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Muhammad Syafei, S.T., M.M., saat menghadiri pelantikan pengurus Asosiasi Pramuwisata Madani (APM) Kota Batam di Hotel AP Premier, Batam, Kamis, 13 Agutus 2026. Pada kesempatan itu, Rohaizat, S.T. resmi dilantik sebagai Ketua APM oleh Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Dato' Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin.
Menurut Syafei, pengembangan sektor pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan destinasi wisata. Pelayanan kepada wisatawan juga menjadi penentu apakah mereka akan kembali berkunjung maupun merekomendasikan Batam kepada wisatawan lainnya.
“Pariwisata merupakan sektor andalan yang memberikan kontribusi besar bagi PAD Kota Batam. Sektor ini perlu dikembangkan secara terintegrasi dengan melibatkan banyak pihak terkait. Kehadiran APM tentu sangat penting dan semakin melengkapi pelayanan jasa pariwisata yang semakin profesional di Kota Batam,” ujar Syafei.
Ia menilai, setiap wisatawan yang datang akan memberikan dampak ekonomi kepada berbagai sektor, mulai dari hotel, restoran, pusat perbelanjaan, transportasi, hingga pelaku usaha kecil. Karena itu, kualitas pelayanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperkuat industri pariwisata.
“Selain objek wisata yang menarik, pelayanan merupakan pendukung utama pariwisata. Dengan pelayanan yang berkualitas, tentu wisatawan akan merasa nyaman dan senang untuk datang kembali ke Batam,” katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua APM Kota Batam Rohaizat menilai peran pramuwisata saat ini harus berkembang, tidak hanya mendampingi wisatawan selama perjalanan, tetapi juga mampu memperkenalkan identitas budaya lokal yang menjadi ciri khas Batam.
Menurutnya, Batam memiliki potensi yang jauh lebih luas dibanding sekadar wisata belanja atau kuliner. Kekayaan budaya Melayu dan sejarah daerah perlu menjadi bagian dari pengalaman yang diterima wisatawan selama berada di Batam.
“Kita menginginkan para pemandu wisata atau tour guide tidak hanya menuntun wisatawan ke objek wisata, tetapi juga menjadi pemandu budaya dan warisan sejarah Melayu di Kota Batam,” ungkapnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Rohaizat berharap para pramuwisata memperoleh lebih banyak pelatihan dan peningkatan kapasitas, khususnya terkait sejarah dan budaya Melayu. Dengan kompetensi yang terus berkembang, para pemandu wisata diharapkan mampu memberikan informasi yang lebih berkualitas kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Para pramuwisata, baik yang bergabung di travel agent maupun profesional mandiri, merupakan garda terdepan dalam pelayanan terhadap wisatawan. Dengan meng-upgrade ilmu dan wawasan, terutama terkait potensi wisata budaya dan sejarah lokal, tentu akan meningkatkan daya tarik wisata di Kota Batam,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum LAM Kota Batam Dato' Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin berharap keberadaan APM dapat menjadi mitra dalam memperkenalkan identitas budaya Melayu kepada wisatawan yang berkunjung ke Batam.
“Sebagai ujung tombak dalam pelayanan memandu wisatawan, APM perlu memperkenalkan potensi dan identitas kebudayaan Melayu daerah ini,” harapnya.
Keberadaan APM diharapkan menjadi wadah untuk meningkatkan profesionalisme pramuwisata sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas pariwisata. Dengan pelayanan yang semakin berkualitas serta kemampuan memperkenalkan budaya lokal, Batam dinilai memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan daya saingnya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.A
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....