Baznas RI Dorong Amil Batam Perkuat Pengelolaan dan Pengumpulan Zakat

  • 16 Sep 2026 11:31 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Penguatan kapasitas amil menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan Pimpinan BAZNAS Republik Indonesia Bidang Riset, Kajian, Inovasi, dan Perencanaan, H. Syarifuddin, S.Ag., ME, ke BAZNAS Kota Batam.

Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan zakat sekaligus mendorong strategi pengumpulan zakat agar semakin optimal. Kedatangan Syarifuddin disambut Ketua BAZNAS Kota Batam, Habib Soleh, M.Pd.I, bersama jajaran pimpinan dan staf.

Ketua BAZNAS Kota Batam, Habib Soleh, mengapresiasi kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran pimpinan BAZNAS di tingkat nasional dapat menjadi ruang pembelajaran bagi jajaran BAZNAS Batam untuk memperkaya pengetahuan mengenai pengelolaan zakat.

“Kami menyambut baik kunjungan ini. Tentunya banyak hal yang bisa kami pelajari dari pengalaman dan pemikiran pimpinan BAZNAS RI, khususnya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di BAZNAS Kota Batam,” ujar Habib Soleh.

Dalam arahannya, Syarifuddin mengingatkan bahwa keberadaan amil memiliki posisi penting dalam mempertemukan kepentingan muzaki dan mustahik melalui pengelolaan zakat.

Ia menjelaskan, amil menjadi perantara bagi muzaki dalam menunaikan zakat sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya mengurangi sikap ego dalam diri. Pada sisi lain, amil juga berperan menyalurkan zakat kepada mustahik yang membutuhkan bantuan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Karena itu, peran amil tidak hanya berhenti pada proses penghimpunan dan penyaluran dana zakat. Pengelolaan yang dilakukan perlu diarahkan agar zakat mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi penerimanya.

Syarifuddin mendorong para amil untuk meningkatkan potensi pengumpulan zakat. Semakin optimal dana yang dihimpun, semakin besar pula peluang zakat memberikan dampak kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan. Melalui pengelolaan yang tepat, mustahik diharapkan tidak selamanya berada pada posisi penerima manfaat, tetapi dapat berkembang secara ekonomi hingga suatu saat mampu menjadi muzaki.

Selain aspek penghimpunan, tata kelola lembaga juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik. Pengelolaan zakat yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan dinilai menjadi dasar agar masyarakat semakin yakin menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.

Kepercayaan masyarakat tersebut menjadi modal bagi BAZNAS untuk memperluas penghimpunan zakat sekaligus meningkatkan jangkauan manfaatnya kepada penerima.

BAZNAS Kota Batam selanjutnya menegaskan komitmennya untuk terus membangun sistem pengelolaan zakat yang profesional dan berbasis data. Langkah tersebut diarahkan agar dana yang dikelola dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Dalam menjalankan tugasnya, BAZNAS Kota Batam juga berpegang pada prinsip 3A, yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

Prinsip tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh proses pengelolaan zakat berjalan sesuai ketentuan syariat, regulasi yang berlaku, serta tetap berada dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....