Batam Siapkan Rp50 Miliar Bangun Taman Budaya Nyat Kadir
- 31 Jul 2026 21:55 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah Kota Batam menyiapkan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk membangun Taman Budaya Nyat Kadir, yang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan seni, pelestarian budaya Melayu, sekaligus destinasi wisata baru di kota tersebut.
Proyek yang berlokasi di kawasan Gedung Beringin itu kini memasuki tahap perencanaan. Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) tengah menyusun rancangan teknis, sementara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menyiapkan konsep pemanfaatan kawasan agar dapat menjadi ruang berkesenian yang aktif dan berkelanjutan.
Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan konsultan yang terpilih melalui proses lelang saat ini sedang menyusun Detail Engineering Design (DED) sekaligus mengkaji kondisi bangunan dan struktur Gedung Beringin sebagai lokasi pembangunan.
"Saat ini masih tahap perencanaan. Konsultan sedang menyusun DED agar pembangunan benar-benar matang sebelum memasuki tahap fisik," kata Ardiwinata, Jumat 1 Juli 2026.
Menurut dia, penyusunan DED ditargetkan selesai pada akhir 2026. Setelah itu, proyek akan memasuki tahap pembangunan fisik.
Ardiwinata mengatakan Taman Budaya Nyat Kadir dirancang tidak hanya sebagai gedung pertunjukan, tetapi juga menjadi pusat aktivitas seni, ruang edukasi, pembinaan generasi muda, pelestarian budaya Melayu, hingga wadah bagi berbagai paguyuban budaya di Batam.
"Taman Budaya Nyat Kadir bukan hanya menjadi tempat pertunjukan seni, tetapi juga ruang kolaborasi dan pelestarian budaya Melayu," ujarnya.
Ia menilai Batam hingga kini belum memiliki ruang pertunjukan seni permanen yang menyelenggarakan agenda secara rutin. Kehadiran taman budaya diharapkan dapat menghubungkan potensi seni budaya daerah dengan sektor pariwisata.
Untuk mendukung tujuan tersebut, kawasan itu akan dilengkapi panggung pertunjukan dalam dan luar ruangan yang dapat digunakan untuk berbagai atraksi seni secara berkala.
Selain menjadi pusat kebudayaan, Pemerintah Kota Batam juga menargetkan kawasan tersebut menjadi destinasi wisata baru. Disbudpar berencana menggandeng pelaku industri pariwisata dan agen perjalanan agar Taman Budaya Nyat Kadir masuk dalam paket wisata yang ditawarkan kepada wisatawan.
Keberadaan taman budaya itu juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Berbagai subsektor, seperti seni rupa, kriya, fesyen, hingga komunitas film, diproyeksikan memanfaatkan kawasan tersebut sebagai ruang pameran, pertunjukan, dan aktivitas kreatif.
"Ekonomi kreatif dan kebudayaan saling berkaitan. Karena itu, taman budaya ini juga akan menjadi ruang bagi berbagai subsektor ekonomi kreatif untuk berkembang," kata Ardiwinata.
Nama Taman Budaya Nyat Kadir dipilih Pemerintah Kota Batam sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Nyat Kadir, tokoh Melayu yang pernah menjabat Wali Kota Batam periode 2001–2005.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....