Hanya 4 Persen Kecamatan Miliki SMP-SMA Negeri Bermutu

  • 31 Jul 2026 19:03 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pemerataan pendidikan bermutu masih menjadi tantangan di Indonesia. Dari ribuan kecamatan yang tersebar di berbagai daerah, hanya sebagian kecil yang memiliki jenjang SMP dan SMA negeri dengan mutu baik secara bersamaan. Pemerintah kini mempercepat pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai upaya memperluas akses pendidikan berkualitas hingga ke daerah.

Isi:

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggandeng 30 pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan SNT melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Berita Acara Serah Terima (BAST) tanah di Tangerang, Kamis (30/7).

Data Kemendikdasmen mencatat, dari 7.288 kecamatan di Indonesia, baru sekitar 263 kecamatan atau sekitar 4 persen yang memiliki SMP dan SMA negeri dengan capaian mutu baik secara bersamaan.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti mengatakan penyediaan lahan dari pemerintah daerah menjadi fondasi awal pembangunan sekolah yang dirancang sebagai pusat peningkatan mutu pendidikan.

"Di atas lahan yang dihibahkan ini akan dibangun pusat mutu pendidikan yang tidak hanya memberikan layanan pendidikan bermutu tingkat SMP dan SMA kepada murid SNT, tetapi juga memperkuat kompetensi guru dan mendorong kemajuan sekolah-sekolah di sekitarnya," ujar Suharti.

SNT merupakan sekolah negeri yang menggabungkan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pembelajaran. Sekolah ini tidak menggunakan sistem asrama dan seluruh biaya pendidikan ditanggung negara.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan SNT tidak hanya ditujukan untuk peserta didik yang belajar di sekolah tersebut, tetapi juga menjadi pusat pengembangan mutu pendidikan di wilayah sekitar.

"SNT tidak dibangun untuk berjalan sendiri. SNT akan menjadi tempat tumbuh kembang murid dan guru sekaligus katalisator peningkatan mutu sekolah-sekolah di sekitarnya," kata Gogot.

Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan SNT di 37 kabupaten/kota. Sebanyak 17 lokasi ditargetkan mulai memberikan layanan pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027. Program ini menjadi bagian dari target menghadirkan 500 layanan SNT secara bertahap hingga 2029.

Selain fasilitas pembelajaran modern, SNT juga akan menerapkan kurikulum nasional dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam berbasis STEAMS (science, technology, engineering, arts, mathematics, and sports). Sekolah tersebut juga dilengkapi Teaching and Learning Center sebagai pusat peningkatan kompetensi guru dan inovasi pembelajaran.

Tenaga Ahli Kedeputian III Kantor Staf Presiden Udyiana Mulyadin menilai penyediaan lahan menjadi langkah penting agar pembangunan sekolah dapat segera berjalan.

"Hibah tanah ini menjadi fondasi agar SNT dapat segera dibangun dan memberikan manfaat luas bagi anak-anak, guru, serta sekolah-sekolah di daerah," ujarnya.

Kemendikdasmen selanjutnya akan mempercepat proses pematangan lahan, kepastian hukum tanah, perizinan, hingga pembangunan fisik sekolah melalui skema multiyears. Pemerintah berharap SNT dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....