Pengangguran Kepri Turun Tipis, Lulusan SMA dan SMK Masih Mendominasi

  • 31 Jul 2026 22:02 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Kepulauan Riau pada Februari 2026 turun tipis menjadi 6,87 persen. Meski lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 6,89 persen, lulusan SMA dan SMK masih menjadi kelompok penyumbang pengangguran terbesar di provinsi tersebut.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan angka tersebut menunjukkan bahwa dari setiap 100 orang angkatan kerja terdapat sekitar enam hingga tujuh orang yang belum memperoleh pekerjaan.

"Pengangguran adalah penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha baru, sudah diterima bekerja namun belum mulai bekerja, atau merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan," kata Toto, Kamis.

Menurut hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026, tingkat pengangguran tertinggi berasal dari lulusan SMA dan SMK yang mencapai 8,67 persen. Kelompok ini juga mendominasi komposisi pengangguran di Kepulauan Riau dengan porsi 63,63 persen dari total pengangguran.

Sementara itu, lulusan perguruan tinggi menyumbang 16,86 persen dari total pengangguran, sedangkan tingkat pengangguran terendah berada pada kelompok berpendidikan SMP ke bawah, yakni 3,82 persen.

Data BPS juga menunjukkan TPT perempuan tercatat sebesar 7,31 persen, lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang sebesar 6,62 persen. Namun dibandingkan Februari 2025, pengangguran perempuan turun 0,39 poin persentase, sedangkan pengangguran laki-laki justru meningkat 0,22 poin persentase.

Berdasarkan wilayah, tingkat pengangguran di perkotaan mencapai 7,12 persen, hampir dua kali lipat dibandingkan perdesaan yang sebesar 3,80 persen. Dibandingkan tahun sebelumnya, pengangguran di perkotaan meningkat 0,13 poin persentase, sedangkan di perdesaan turun 2,09 poin persentase.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepulauan Riau, Diky Wijaya, mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan berbasis keterampilan.

"Sekarang pasar kerja tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga keterampilan dan kompetensi," kata Diky, dilansir dari gokepri.

Menurutnya, Disnakertrans Kepri telah menyiapkan sekitar 50 program pelatihan berbasis kompetensi di Kota Batam. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pencari kerja sekaligus memberikan sertifikasi kompetensi yang dibutuhkan industri.

"Setelah mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikasi, peluang mereka untuk diterima kerja jauh lebih besar," ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....