Lulusan SMA-SMK Dominasi Pengangguran di Kepri, Disnakertrans Dorong Pelatihan
- 31 Jul 2026 23:24 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam – Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah memperkuat program peningkatan keterampilan dan sertifikasi tenaga kerja.
Berdasarkan data ketenagakerjaan di Kepulauan Riau, tingkat pengangguran pada kelompok lulusan SMA dan SMK tercatat sebesar 8,67 persen. Kelompok pendidikan ini juga menjadi penyumbang terbesar komposisi pengangguran di Kepri dengan porsi mencapai 63,63 persen dari total pengangguran.
Sementara itu, kelompok lulusan perguruan tinggi menyumbang 16,86 persen dari total pengangguran. Adapun tingkat pengangguran terendah berasal dari kelompok berpendidikan SMP ke bawah dengan angka 3,82 persen.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepulauan Riau, Diky Wijaya, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa persaingan di pasar kerja saat ini tidak hanya bergantung pada latar belakang pendidikan formal.
Menurutnya, dunia industri kini lebih mempertimbangkan kemampuan teknis, keterampilan, serta kompetensi calon pekerja.
“Sekarang pasar kerja tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga keterampilan dan kompetensi,” ujar Diky.
Untuk meningkatkan daya saing pencari kerja, Disnakertrans Kepri menyiapkan sekitar 50 program pelatihan berbasis kompetensi di Kota Batam. Pelatihan tersebut diarahkan untuk membekali masyarakat dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan industri.
Diky berharap peserta yang mengikuti pelatihan dapat memperoleh sertifikasi kompetensi sehingga memiliki nilai tambah ketika memasuki dunia kerja.
“Setelah mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikasi, peluang mereka untuk diterima kerja jauh lebih besar,” katanya.
Pemerintah daerah menilai peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi angka pengangguran, terutama bagi lulusan SMA dan SMK yang selama ini menjadi kelompok paling banyak terdampak persaingan pasar kerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....