TNI AL Gagalkan Dugaan Penyelundupan Rare Earth di Perairan Batam

  • 28 Mei 2026 21:14 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Dugaan penyelundupan Logam Tanah Jarang (LTJ) atau rare earth di perairan Batam kembali menyoroti kerentanan jalur laut Indonesia terhadap perdagangan ilegal komoditas strategis bernilai tinggi.

TNI Angkatan Laut menggagalkan pengiriman mineral yang diduga mengandung unsur radioaktif tersebut dalam operasi yang dilakukan KRI Kujang-642 terhadap kapal tunda TB Capricorn 206/TK Capricorn 92.210 di wilayah perairan Batam.

Aparat menduga kapal tersebut mengangkut mineral strategis tanpa prosedur resmi dan berpotensi melanggar ketentuan kepabeanan serta tata niaga ekspor mineral.

Kasus ini mendapat perhatian pemerintah pusat. Kepala Staf Umum TNI, Richard Tampubolon, turun langsung meninjau penanganan perkara di Markas Komando Daerah Angkatan Laut IV Batam. Peninjauan juga dihadiri pejabat dari Kejaksaan Agung dan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Kehadiran sejumlah pejabat tinggi tersebut mencerminkan sensitivitas kasus yang berkaitan dengan perdagangan mineral strategis di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap rare earth.

Logam Tanah Jarang menjadi salah satu komoditas yang kini diperebutkan banyak negara karena berperan penting dalam industri teknologi modern. Mineral tersebut digunakan dalam produksi perangkat elektronik, baterai kendaraan listrik, teknologi energi terbarukan, hingga peralatan pertahanan.

Indonesia diketahui memiliki cadangan rare earth di sejumlah wilayah. Karena nilai ekonominya yang tinggi dan perannya dalam rantai pasok industri global, perdagangan komoditas tersebut berada dalam pengawasan ketat pemerintah.

Panglima Koarmada RI, Denih Hendrata, mengatakan aparat masih mendalami jenis dan volume muatan yang diangkut kapal tersebut.

“Jenis dan jumlah dalam penyelidikan,” kata Denih.

Menurutnya, penggagalan tersebut merupakan bagian dari upaya pengamanan wilayah laut Indonesia yang selama ini kerap dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan barang bernilai tinggi.

“Keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata kesiapsiagaan prajurit TNI AL dan jajarannya untuk terus hadir di garda terdepan demi menjaga kedaulatan, menegakkan hukum, serta mengamankan kekayaan alam Indonesia,” ujarnya.

Saat ini TB Capricorn 206 beserta awak kapal masih ditahan di Kodaeral IV Batam untuk kepentingan penyidikan. Aparat juga menelusuri asal-usul muatan dan kemungkinan keterlibatan jaringan perdagangan ilegal lintas negara.

Kasus ini menambah daftar pengawasan terhadap perairan Batam yang berada di jalur pelayaran internasional strategis. Selain menjadi pintu perdagangan regional, kawasan tersebut juga kerap menjadi titik rawan penyelundupan berbagai komoditas bernilai tinggi, mulai dari barang konsumsi hingga sumber daya alam strategis.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....