Kylian Mbappe Dikepung Kritik, Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Pembuktian

  • 15 Jun 2026 10:48 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Menjelang pertandingan pertama Prancis di Piala Dunia 2026, perhatian besar tertuju kepada Kylian Mbappe. Bintang utama Les Bleus itu memasuki turnamen dalam situasi yang tidak biasa, setelah menjalani musim yang dipenuhi ekspektasi tinggi sekaligus kritik dari berbagai arah.

Dilansir dari Reuters, sebagai kapten tim nasional Prancis, Mbappe datang ke ajang ini dengan beban besar di pundaknya. Selain dituntut membawa negaranya bersaing memperebutkan gelar juara, ia juga harus menjawab berbagai keraguan yang muncul setelah performanya bersama klub dan tim nasional menjadi bahan perdebatan sepanjang musim.

Meski mampu mengakhiri kompetisi La Liga sebagai pencetak gol terbanyak bersama Real Madrid, musim perdananya di Spanyol belum menghasilkan trofi. Kegagalan Real Madrid dalam perburuan gelar liga domestik maupun Liga Champions membuat sorotan terhadap Mbappe semakin tajam.

Penampilannya dalam laga uji coba internasional menjelang Piala Dunia juga belum mampu meredam kritik. Dalam pertandingan menghadapi Pantai Gading dan Irlandia Utara, ia gagal mencatatkan nama di papan skor.

Di luar performa di lapangan, statusnya sebagai kapten tim nasional turut menjadi bahan diskusi. Sejak mengambil alih ban kapten dari Hugo Lloris pada 2023, sejumlah pihak mempertanyakan apakah Mbappe merupakan figur yang tepat untuk memimpin generasi baru Prancis.

Namun, di tengah berbagai komentar negatif yang bermunculan, ruang ganti Prancis justru menunjukkan dukungan penuh kepada pemain berusia 27 tahun tersebut.

Salah satu pembela paling vokal adalah Ousmane Dembele. Pemain yang telah lama mengenal Mbappe itu menilai kritik yang diterima rekannya sudah jauh melampaui batas kewajaran.

"Kritik yang diarahkan kepadanya sangat, sangat tidak adil," kata Dembele kepada harian Marca.

"Beberapa orang terlalu berlebihan dalam mengkritiknya hanya karena dia Kylian Mbappe. Mereka seharusnya tidak terus-menerus menyerangnya. Mau dia mengikat tali sepatunya atau tidak, mau dia menaikkan kaus kakinya atau tidak, semuanya dipermasalahkan. Itu sudah terlalu berlebihan. Dia tetap manusia biasa."

"Bersama tim nasional Prancis, dia sangat baik kepada kami, dia adalah seorang pemimpin."

Dukungan serupa juga datang dari bek Lucas Hernandez. Menurutnya, perhatian publik yang begitu besar terhadap Mbappe membuat setiap tindakannya selalu menjadi bahan pembicaraan.

"Ketika Anda adalah Kylian Mbappe, semua orang akan memperhatikan apa pun yang Anda lakukan, baik di dalam maupun di luar lapangan," ujar Hernandez.

"Dia 100 persen termotivasi untuk Piala Dunia. Semua kritik yang muncul sepanjang musim ini akan dia bungkam."

Bagi Prancis, turnamen kali ini memiliki arti penting karena menjadi kesempatan terakhir Didier Deschamps memimpin tim nasional di ajang besar sebelum mengakhiri masa kepelatihannya.

Sementara bagi Mbappe, Piala Dunia kembali menjadi panggung ideal untuk membuktikan kualitasnya. Sejak menjalani debut di kompetisi ini, ia dikenal sebagai pemain yang mampu tampil gemilang ketika tekanan berada di titik tertinggi.

Rekor 12 gol dari 14 pertandingan Piala Dunia menunjukkan betapa produktifnya Mbappe saat mengenakan seragam tim nasional di ajang empat tahunan tersebut. Catatan itu membuatnya semakin dekat dengan rekor sepanjang masa milik Miroslav Klose yang mengoleksi 16 gol di Piala Dunia.

Selain itu, Mbappe juga berpeluang menorehkan sejarah baru bersama Prancis. Satu gol tambahan akan membuatnya menyamai torehan Olivier Giroud sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Les Bleus.

Prancis akan membuka perjalanan mereka di Grup I dengan menghadapi Senegal sebelum melanjutkan pertandingan melawan Irak dan Norwegia. Di tengah berbagai sorotan yang mengelilinginya, Mbappe kini memiliki kesempatan terbaik untuk menjawab kritik melalui cara yang paling ia kuasai: mencetak gol dan membawa timnya meraih kemenangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....