Carlos Queiroz Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026 Bersama Ghana
- 16 Jun 2026 15:48 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Nama Carlos Queiroz kembali menjadi sorotan di panggung sepak bola dunia. Pelatih senior asal Portugal itu akan menorehkan pencapaian langka saat memimpin Ghana pada putaran final Piala Dunia 2026, sekaligus memperpanjang rekornya tampil dalam lima edisi Piala Dunia secara beruntun sebagai pelatih.
Dilansir dari Reuters, Ghana dijadwalkan memulai perjalanan mereka di Grup L dengan menghadapi Panama di Toronto. Laga tersebut menjadi penampilan kelima beruntun Queiroz di ajang sepak bola terbesar dunia setelah sebelumnya hadir bersama Portugal pada 2010 serta Iran pada edisi 2014, 2018, dan 2022.
Pencapaian tersebut membuat Queiroz menyamai catatan legendaris Bora Milutinović yang juga tampil dalam lima Piala Dunia berturut-turut sepanjang periode 1986 hingga 2002. Bedanya, Milutinović mencatatkannya bersama lima negara berbeda, sementara Queiroz melakukannya bersama tiga tim nasional.
Meski demikian, rekor kehadiran terbanyak di putaran final Piala Dunia masih menjadi milik pelatih Brasil, Carlos Alberto Parreira. Ia tercatat enam kali tampil di ajang tersebut, meskipun tidak secara beruntun.
Kehadiran Queiroz di Piala Dunia tahun ini terbilang tidak terduga. Pada awal tahun, namanya bahkan tidak masuk dalam daftar pelatih peserta turnamen. Situasi berubah ketika Federasi Sepak Bola Ghana memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Otto Addo pada Maret lalu setelah sejumlah hasil mengecewakan dalam laga uji coba. Sebulan kemudian, Queiroz dipercaya mengambil alih kursi pelatih kepala.
Sebelum menerima tawaran dari Ghana, banyak pihak menilai karier kepelatihannya sudah mendekati garis akhir. Jabatan terakhirnya adalah menangani tim nasional Oman, yang menjadi negara kedelapan yang pernah dipimpinnya di level internasional. Sepanjang kariernya, Queiroz juga pernah menempati posisi penting di sejumlah klub besar, termasuk menjadi pelatih Real Madrid dan asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United.
Karakter Queiroz selama ini dikenal unik. Di satu sisi ia dipuji karena kecerdasannya dalam merancang strategi dan membangun struktur permainan. Namun di sisi lain, sikapnya yang tegas dan terkadang emosional di pinggir lapangan sering memicu beragam pandangan dari rekan maupun mantan anak asuhnya.
Mantan kapten Manchester United, Roy Keane, pernah memberikan penilaian yang cukup tajam mengenai sosok Queiroz.
"Saya merasa dia memiliki kepribadian seperti lalat mati saat saya bekerja dengannya."
Terlepas dari berbagai kritik yang pernah diterimanya, Queiroz tetap mendapat tempat istimewa di Portugal. Banyak kalangan menilai dirinya sebagai salah satu tokoh yang berperan besar dalam membentuk sistem pembinaan pemain muda yang kemudian melahirkan generasi emas sepak bola Portugal.
Surat kabar olahraga Portugal, A Bola, bahkan menilai warisan terbesar Queiroz bukan sekadar kemenangan di lapangan.
"Di negara yang sering kali mengukur kebesaran hanya dari hasil pertandingan berikutnya, Queiroz layak dikenang karena sesuatu yang lebih mendalam—membangun budaya yang masih bertahan hingga kini dengan membawa pengetahuan dari universitas ke lapangan sepak bola, dan berkontribusi menjadikan Portugal dikenal sebagai tempat lahirnya pesepak bola elite."
Reputasi Queiroz mulai mendunia ketika sukses membawa Portugal menjuarai Piala Dunia U-20 pada 1989 dan 1991. Pada masa itu, ia ikut membentuk generasi pemain berbakat yang kemudian menjadi ikon sepak bola Portugal, seperti Luís Figo, Paulo Sousa, dan João Pinto.
Kini, di usia 73 tahun, Queiroz masih memiliki ambisi besar. Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan terbaru baginya untuk menambah babak penting dalam perjalanan karier yang telah berlangsung lebih dari empat dekade. Bersama Ghana, ia berharap dapat menciptakan pencapaian yang membanggakan sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu pelatih paling berpengalaman dalam sejarah sepak bola internasional.
Saat resmi menerima tawaran melatih Ghana, Queiroz menunjukkan keyakinan penuh terhadap tugas yang diembannya.
"Saya siap untuk ini."
"Saya membawa pengalaman 40 tahun dalam setiap keputusan yang akan dibuat."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....