Erling Haaland Bidik Gol Perdana Piala Dunia Saat Norwegia Tantang Irak
- 15 Jun 2026 10:46 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Erling Haaland berpeluang langsung menunjukkan ketajamannya ketika Norwegia menghadapi Irak dalam laga pembuka Grup I Piala Dunia pada Selasa mendatang. Pertandingan tersebut menjadi momen bersejarah bagi Norwegia yang kembali tampil di putaran final Piala Dunia setelah menunggu hampir 30 tahun.
Dilansir dari Reuters, penyerang Manchester City itu datang dengan reputasi sebagai salah satu mesin gol paling menakutkan di dunia saat ini. Sepanjang fase kualifikasi Piala Dunia, Haaland tampil luar biasa dengan mencetak 16 gol dari delapan pertandingan. Di kompetisi domestik Inggris musim lalu, ia juga kembali menunjukkan produktivitas tinggi setelah mengoleksi 27 gol untuk Manchester City.
Kekuatan Norwegia tidak hanya bertumpu pada Haaland. Tim asuhan mereka juga diperkuat sejumlah pemain muda berkualitas seperti kapten tim Martin Odegaard, Antonio Nusa, dan Oscar Bobb. Kehadiran para pemain tersebut membuat lini serang Norwegia menjadi salah satu yang paling berbahaya di turnamen.
Dengan performa impresif yang ditunjukkannya selama beberapa musim terakhir, Haaland digadang-gadang sebagai kandidat kuat peraih Sepatu Emas Piala Dunia. Persaingan menuju gelar pencetak gol terbanyak diperkirakan akan semakin menarik karena Norwegia dijadwalkan menghadapi Prancis di laga terakhir fase grup, yang berpotensi mempertemukan Haaland dengan bintang Les Bleus, Kylian Mbappe.
Namun sebelum memikirkan duel besar tersebut, Norwegia harus lebih dulu fokus menghadapi dua lawan awal mereka, yakni Irak dan Senegal. Laga melawan Irak di Boston akan menjadi penampilan pertama Norwegia di Piala Dunia sejak edisi 1998. Saat itu, langkah mereka terhenti di babak 16 besar setelah dikalahkan Italia.
Setelah periode kejayaan pada dekade 1990-an, sepak bola Norwegia sempat mengalami kemunduran cukup panjang hingga gagal menembus putaran final selama beberapa edisi Piala Dunia. Kini mereka datang dengan generasi baru yang dianggap mampu mengembalikan nama besar negara tersebut ke peta sepak bola dunia.
Produktivitas gol menjadi salah satu kekuatan utama Norwegia selama kualifikasi. Selain Haaland yang menjadi pencetak gol terbanyak tim, Alexander Sorloth turut menyumbang lima gol, sementara Thelo Aasgaard menambahkan empat gol. Catatan tersebut menjadikan Norwegia sebagai tim Eropa dengan jumlah gol terbanyak sepanjang babak kualifikasi.
Di kubu lawan, Irak juga memiliki cerita perjuangan yang tidak kalah menarik. Mereka harus menjalani perjalanan panjang dengan total 21 pertandingan sebelum akhirnya memastikan tiket ke Piala Dunia melalui kemenangan atas Bolivia dalam babak playoff antarbenua yang berlangsung di Meksiko.
Tim asal Timur Tengah itu kini berada di bawah arahan Graham Arnold. Pelatih asal Australia tersebut sebelumnya sukses membawa negaranya menembus babak 16 besar Piala Dunia 2022 sebelum langkah mereka dihentikan oleh Argentina yang kemudian keluar sebagai juara.
Harapan Irak untuk menciptakan kejutan banyak bergantung pada ketajaman Aymen Hussein. Penyerang tersebut menjadi sosok penting dalam perjalanan tim menuju putaran final dan diharapkan mampu menjadi pembeda ketika menghadapi Norwegia.
Selain mengantisipasi ancaman Haaland dan kolega, Irak juga dituntut memperbaiki kedisiplinan tim. Dalam sejumlah pertandingan terakhir, mereka beberapa kali kehilangan pemain akibat kartu merah. Situasi serupa kembali terjadi pada laga uji coba terakhir melawan Venezuela yang berakhir dengan kekalahan 0-2, ketika Ali Youssef harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah langsung.
Dengan materi pemain yang dimiliki, Norwegia dipandang lebih diunggulkan untuk mengamankan kemenangan. Namun Irak tentu bertekad memanfaatkan status nonunggulan untuk memberikan perlawanan sengit dan membuka peluang menciptakan kejutan pada laga perdana mereka di Piala Dunia 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....