Harga Energi Naik, Kondominium Singapura Terapkan AI dan Panel Surya

  • 01 Apr 2026 15:36 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Sejumlah kawasan hunian vertikal di Singapura mulai memperketat penggunaan listrik menyusul kenaikan biaya energi global yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini mendorong pengelola mencari berbagai cara untuk menekan pengeluaran operasional tanpa menurunkan kenyamanan penghuni.

Dilansir dari CNA, beragam strategi mulai diterapkan, mulai dari rencana pemasangan panel surya hingga pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengatur penggunaan listrik secara lebih efisien.

Di kompleks La Casa di Woodlands, perhatian difokuskan pada fasilitas yang menyedot energi besar, seperti kolam renang. Dengan lima kolam yang harus dijaga kebersihannya, sistem pompa air di lokasi tersebut beroperasi sepanjang waktu.

Ketua dewan pengelola La Casa, Mike Shee, mengatakan, “Kami perlu memastikan sebagian pompa tetap beroperasi agar tidak terjadi pertumbuhan alga dan air tetap bersih.”

Ia menambahkan, “Kami sudah meminta pengelola untuk mengkaji pemasangan panel surya di atap. Saat ini kami masih dalam tahap studi kelayakan.”

Pihak pengelola mengakui bahwa lonjakan biaya listrik belum sepenuhnya terasa saat ini, namun langkah antisipasi sudah mulai disiapkan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah skema tarif tetap untuk mengendalikan biaya ke depan.

“Kami tahu ini akan terjadi harga energi bisa naik. Kami ingin mengambil setiap langkah yang memungkinkan untuk menghemat listrik atau utilitas dalam bentuk apa pun,” ujar Mike Shee.

Selain kebijakan teknis, penghuni juga diajak berperan aktif dalam penghematan, seperti mematikan lampu di fasilitas umum ketika tidak digunakan.

Di lokasi lain, pendekatan berbasis teknologi mulai diandalkan. Kondominium Bellewoods berencana menerapkan sistem pencahayaan pintar berbasis AI di area bersama, yang ditargetkan mulai beroperasi pada Juli. Sistem ini diperkirakan mampu memangkas konsumsi energi hingga sekitar 30 persen.

Ketua pengelola Bellewoods, Eugene Ho, menjelaskan, “Jika sebagian besar penghuni di suatu blok sedang tidak berada di rumah pada waktu tertentu, maka lampu bisa otomatis dimatikan.”

Ia juga mengatakan, “Kami semakin khawatir karena biaya akan terus meningkat. Semua ini menjadi faktor pendorong bagi kami untuk memikirkan kembali cara kami menggunakan listrik.”

“Apakah ada cara untuk tetap mempertahankan kualitas hidup yang sama tanpa memengaruhi penghuni, namun dengan biaya yang lebih rendah?” tambahnya.

Tren efisiensi energi ini juga tercermin di sektor manajemen properti. Perusahaan Ohmyhome mencatat sekitar sepertiga kawasan yang mereka kelola telah mulai merancang atau menjalankan program penghematan energi sejak awal tahun.

Langkah yang diambil bervariasi, mulai dari penggunaan sistem pencahayaan pintar hingga strategi kontrak listrik untuk mengantisipasi fluktuasi harga.

Namun, tidak semua kawasan mampu menerapkan kebijakan yang sama. Faktor ukuran kawasan dan kemampuan anggaran menjadi pertimbangan utama dalam menentukan langkah efisiensi yang diambil.

Presiden Association of Strata Managers, Andrew Lioe, mengatakan, “Saya rasa kita akan melihat lebih banyak penyesuaian dalam penggunaan, karena itu adalah cara yang lebih mudah bagi pengelola untuk dilakukan.”

“Dengan mengurangi jam operasional, tidak diperlukan peralatan tambahan atau investasi baru untuk melakukannya,” ujarnya.

“Sebaliknya, untuk berinvestasi dalam sistem pintar atau AI yang mengatur waktu penggunaan, diperlukan biaya tambahan dan sebagian pengelola mungkin masih mempertimbangkan tingkat pengembaliannya,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pengelola harus tetap menjaga keseimbangan antara efisiensi biaya dan standar hidup penghuni.

“Kondominium memiliki standar dan gaya hidup tertentu yang diharapkan, sehingga perlu ada keseimbangan dalam mengatur penggunaan listrik,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....