Singapura Perkuat Ketahanan Air Dengan Teknologi Ramah Energi

  • 17 Jun 2026 03:42 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3 mengguncang Provinsi Qinghai di wilayah barat laut China pada Senin, 16 Juni 2026. Bencana tersebut menyebabkan sedikitnya satu orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka. Informasi itu disampaikan otoritas darurat setempat yang hingga kini masih melakukan pendataan korban serta kerusakan akibat gempa.

Menurut China Earthquake Networks Center, gempa terjadi pada pukul 17.06 waktu Beijing dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Pusat gempa berada di wilayah Prefektur Haixi, kawasan dataran tinggi yang dikenal memiliki aktivitas seismik cukup tinggi. Getaran gempa dirasakan di sejumlah daerah sekitar dan memicu kepanikan warga yang segera keluar dari bangunan untuk menyelamatkan diri.

Pemerintah China bergerak cepat dengan mengerahkan tim penyelamat ke lokasi terdampak. Badan administrasi gempa nasional juga langsung mengaktifkan status tanggap darurat untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan korban. Tim penyelamat fokus mencari kemungkinan warga yang masih terjebak serta mengantisipasi risiko bencana susulan.

Sejumlah gempa susulan tercatat terjadi setelah guncangan utama, termasuk satu gempa berkekuatan magnitudo 4,9. Kondisi ini membuat petugas terus melakukan pemantauan terhadap potensi longsor maupun kerusakan infrastruktur yang dapat membahayakan masyarakat. Otoritas setempat juga mengimbau warga tetap waspada dan mengikuti arahan petugas.

Sebagai langkah pencegahan, seluruh pekerja di tambang batu bara yang berada di sekitar pusat gempa telah dievakuasi. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan terhadap fasilitas pertambangan dan infrastruktur vital lainnya guna memastikan tidak terjadi kecelakaan tambahan. Hingga saat ini, laporan kerusakan properti masih dalam proses verifikasi oleh pemerintah daerah.

Qinghai merupakan salah satu wilayah yang berada di kawasan aktif secara geologis karena terletak dekat dengan pertemuan lempeng tektonik besar di Asia. Dalam beberapa tahun terakhir, China terus meningkatkan sistem pemantauan gempa dan kesiapsiagaan bencana melalui teknologi peringatan dini, pembangunan infrastruktur tahan gempa, serta pelatihan evakuasi bagi masyarakat di daerah rawan.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya mitigasi bencana di negara-negara yang berada di kawasan cincin aktivitas seismik dunia. Selain memperkuat sistem tanggap darurat, pemerintah China juga terus mengembangkan jaringan sensor gempa modern untuk mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat meminimalkan korban jiwa dan kerugian ekonomi ketika bencana serupa terjadi di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....