OPEC Prediksi Permintaan Minyak Global Terus Meningkat

  • 19 Jun 2026 09:24 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Dilansir dari Reuters OPEC mempertahankan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia yang kuat hingga beberapa dekade mendatang. Dalam laporan World Oil Outlook 2026, organisasi tersebut menegaskan bahwa belum ada tanda-tanda permintaan minyak global akan mencapai puncaknya sebelum tahun 2050, meskipun transisi energi dan penggunaan energi terbarukan terus berkembang di berbagai negara.

Menurut proyeksi terbaru, konsumsi minyak dunia diperkirakan meningkat dari 105,1 juta barel per hari pada 2025 menjadi 113,3 juta barel per hari pada 2030. Angka tersebut relatif tidak berubah dibandingkan proyeksi tahun sebelumnya. OPEC menilai pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin akan menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan kebutuhan energi global.

Dalam laporan tersebut, OPEC menyebut lanskap kebijakan energi dunia telah mengalami perubahan. Banyak negara kini lebih menekankan aspek keamanan energi dan keterjangkauan harga dibandingkan percepatan transisi energi. Organisasi itu juga menyoroti lambatnya adopsi kendaraan listrik di sejumlah negara Eropa serta perubahan kebijakan energi di bawah pemerintahan Donald Trump yang dinilai memberikan dukungan lebih besar terhadap industri energi konvensional.

Untuk jangka panjang, OPEC memperkirakan permintaan minyak global akan mencapai sekitar 124 juta barel per hari pada tahun 2050. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan estimasi sebelumnya dan jauh melampaui proyeksi International Energy Agency atau IEA. Perbedaan pandangan ini menunjukkan masih adanya perdebatan mengenai kecepatan transisi menuju energi bersih di masa depan.

Di sisi lain, industri minyak global saat ini menghadapi berbagai tantangan geopolitik. Konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk perang yang melibatkan Iran, telah memengaruhi pasokan ekspor dari negara-negara Teluk. Selain itu, keputusan Uni Emirat Arab untuk keluar dari OPEC setelah hampir enam dekade keanggotaan menjadi salah satu perkembangan penting yang mengubah dinamika organisasi tersebut.

Laporan itu juga menyoroti perkembangan produksi minyak di Amerika Serikat yang kini menjadi eksportir minyak terbesar dunia. Namun, OPEC memperkirakan produksi minyak serpih atau shale oil Amerika Serikat telah mencapai puncaknya pada 2025. Setelah itu, pertumbuhan produksi diperkirakan melambat sebelum akhirnya memasuki fase stabil pada dekade berikutnya.

Untuk memenuhi kebutuhan energi global yang terus meningkat, OPEC memperkirakan industri minyak memerlukan investasi sekitar 17,7 triliun dolar AS hingga tahun 2050. Investasi tersebut dibutuhkan untuk menjaga kapasitas produksi, memperbarui infrastruktur energi, dan memastikan pasokan minyak tetap tersedia bagi negara-negara yang masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil. Meski tren energi terbarukan terus berkembang, OPEC meyakini minyak akan tetap menjadi salah satu sumber energi utama dunia dalam beberapa dekade mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....