Ratusan Kopdes Merah Putih Pandeglang Kesulitan Cari Lahan
- 15 Des 2025 13:44 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Ratusan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Pandeglang masih kesulitan mencari lahan untuk membangun gedung operasional. Banyak desa di Pandeglang tidak memiliki tanah bengkok atau aset desa, yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pendirian kantor atau tempat usaha Kopdes.
Akibatnya, dari 339 Kopdes Merah Putih di Pandeglang, baru 166 Kopdes yang sudah mengusulkan lahan melalui akun Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan (SIMCOPDES) Kementerian Koperasi.
Baca juga: Pembangunan Kopdes Merah Putih di Pandeglang Terkendala Lahan
Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan pada Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Pandeglang, Dindin Herdiansyah mengatakan, pemerintah pusat sebetulnya telah membuka peluang penggunaan berbagai aset, mulai dari aset desa, Barang Milik Daerah (BMD) Kabupaten/Provinsi, hingga Barang Milik Negara (BMN) yang tidak digunakan dan tidak masuk rencana pengembangan instansi terkait.
“Kalau lahannya masih digunakan untuk tugas pokok instansi, itu tidak bisa dipenuhi,” ujarnya, Senin (16/12/2025).
Baca juga: Digitalisasi Kopdes Merah Putih Pandeglang Terhambat Masalah SDM
DKUPP mencatat, 12 Kopdes Merah Putih telah mengusulkan penggunaan aset milik Pemerintah Kabupaten. Namun, tidak semua usulan dapat diakomodir DKUPP. Salah satunya Koperasi Desa Sindanghayu di Kecamatan Saketi, karena lahan pasar yang diusulkan masih aktif digunakan untuk fungsi pemerintahan dan tidak memenuhi syarat pelepasan aset daerah untuk pembangunan gerai.
Terkait solusi atas minimnya lahan di beberapa Kopdes Merah Putih, Dindin menegaskan sesuai informasi dari pemerintah pusat, kewajiban penyediaan lahan Kopdes mutlak kembali kepada Pemerintah Daerah (Pemda), yang mana Pemda didorong untuk menyediakan lahan bagi Kopdes. Namun, ia menggarisbawahi tantangan ketiadaan anggaran di daerah, lantaran dana untuk keperluan tersebut saat ini tidak tersedia.
Baca juga: 57 Gerai Kopdes Merah Putih di Lebak Tahap Pembangunan
Sementara, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Pandeglang, Cecep Muhidin mengaku, keterbatasan lahan menjadi hambatan paling besar bagi desa. Menurutnya, banyak desa tidak memiliki aset tetap yang dapat dialokasikan untuk Kopdes.
“Desa pada prinsipnya siap menjalankan program, tapi faktanya masih banyak yang kesulitan lahan. Harapannya ada terobosan lanjutan agar target pembangunan gerai bisa tercapai,” ucapnya.
Baca juga: Apdesi Tolak Dana Desa untuk Pembangunan Kopdes Merah Putih
Menurutnya kondisi ini dikhawatirkan dapat berpengaruh dalam upaya desa untuk memenuhi salah satu syarat vital dalam pendirian Kopdes.
"Tanpa lahan, pembangunan fisik kantor dan operasional Kopdes akan sulit terlealisasi. Saya berharap persoalan lahan ini dapat segera teratasi demi berjalannya program Kopdes secara optimal," kata dia. (Ridwan Maulana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....