Mengenal Epriyanto: Ketua Perbasi Jabar yang Menang dalam 2 Kali Musda
- 05 Sep 2026 11:42 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung- Tidak banyak perjalanan menuju kursi kepemimpinan organisasi olahraga yang harus ditempuh dengan dua kali Musyawarah Daerah (Musda). Namun, bagi Epriyanto Kasmuri, proses tersebut justru menjadi bagian dari perjalanan panjang yang menguji keteguhan, keberanian, dan daya juangnya.
Epriyanto dikenal sebagai Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Barat yang berhasil memenangkan dua kali Musda. Kemenangan itu bukan diraih dengan mudah. Bahkan, untuk mempertahankan mandat kepemimpinan tersebut, ia harus kembali menghadapi arena pertarungan setelah Musda pertama yang sebelumnya telah berlangsung dan menghasilkan keputusan harus digelar kembali.
Situasi tersebut menjadi episode paling berat dalam perjalanan Epriyanto di Perbasi Jawa Barat.

Musda pertama sejatinya telah menjadi momentum penentuan kepemimpinan organisasi. Proses berlangsung dan keputusan telah diambil. Namun, dinamika yang berkembang setelahnya membuat proses tersebut kembali dipersoalkan hingga akhirnya Musda ulang harus digelar.
Di balik keputusan tersebut, terdapat pertarungan kepentingan yang tidak sederhana.
Ambisi sejumlah pihak untuk menduduki kursi Ketua Perbasi Jawa Barat diduga menjadi salah satu faktor yang membuat proses kepemimpinan kembali ke titik awal. Bagi Epriyanto, keadaan itu tentu bukan perkara ringan. Setelah melalui proses Musda, ia kembali harus turun ke gelanggang, menghadapi kontestasi yang sama, dengan tekanan dan tantangan yang berbeda.
Namun, Epriyanto memilih tidak mundur.
Ia kembali bertarung.
Kemenangan yang Ditentukan Satu Suara
Musda ulang kemudian menjadi pertarungan yang jauh lebih sengit. Konstelasi dukungan berubah, peta kekuatan kembali bergerak, dan setiap suara menjadi sangat berarti.
Pada akhirnya, Epriyanto kembali keluar sebagai pemenang.
Hanya saja, kali ini kemenangan tersebut tidak datang dengan selisih yang lebar. Epriyanto menang tipis, hanya unggul satu suara dari pesaingnya.
Satu suara.
Angka yang terlihat kecil, tetapi memiliki arti luar biasa dalam sebuah kontestasi organisasi.
Satu suara menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan. Satu suara menjadi penentu apakah seluruh perjuangan sebelumnya berakhir atau kembali harus dimulai dari nol.
Dan Epriyanto berhasil mendapatkan suara itu.
Kemenangan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa setelah melalui berbagai dinamika, mandat kepemimpinan kembali diberikan kepadanya.
Ketika Musda Harus Diulang.
Bagi Epriyanto, persoalan Musda ulang bukan sekadar soal kalah atau menang. Ada proses panjang yang harus dilewati, termasuk menghadapi situasi yang bagi sebagian orang mungkin cukup untuk membuat seseorang memilih mundur.

Di tengah dinamika tersebut, muncul pula dugaan dan kecurigaan di kalangan internal bahwa proses menuju Musda ulang telah dikondisikan sedemikian rupa untuk membuka kembali peluang bagi pihak lain merebut kursi ketua.
Namun, dugaan tetaplah dugaan.
Tidak ada alasan untuk menyimpulkannya sebagai fakta tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Yang menjadi fakta adalah bahwa Musda ulang akhirnya berlangsung dan Epriyanto kembali mencalonkan diri. Ia tidak menghindar dari pertarungan. Ia tidak memilih meninggalkan arena.
Sebaliknya, ia kembali berdiri dan meminta dukungan sekali lagi.
Dan hasil akhirnya kembali berpihak kepadanya.
Bukan Sekadar Tentang Kursi Ketua
Dua kali memenangkan Musda membuat perjalanan Epriyanto di Perbasi Jawa Barat memiliki cerita tersendiri.
Jika kemenangan pertama adalah tentang keberhasilan meraih mandat, kemenangan kedua menjadi pembuktian tentang daya tahan seorang pemimpin ketika mandat tersebut kembali dipertarungkan.
Ia menghadapi situasi ketika posisi yang sebelumnya telah diperoleh harus kembali diperebutkan. Ia menghadapi lawan yang memiliki ambisi yang sama. Ia menghadapi pertarungan dengan margin kemenangan yang sangat tipis.
Tetapi ia tetap bertahan.
Karakter seperti inilah yang kemudian melekat pada sosok Epriyanto: seorang pejuang yang tidak mudah menyerah ketika menghadapi tekanan.
Baginya, pertarungan tidak selalu dimenangkan dengan selisih suara yang besar. Terkadang kemenangan hanya dipisahkan oleh satu suara. Dan satu suara tersebut lahir dari perjuangan panjang untuk mempertahankan kepercayaan.
Dua Musda, Dua Kali Membuktikan Diri
Perjalanan Epriyanto di Perbasi Jawa Barat pada akhirnya bukan hanya cerita tentang siapa yang duduk di kursi ketua.
Ini adalah cerita tentang bagaimana seseorang menghadapi ujian ketika kepemimpinannya dipertarungkan kembali.
Musda pertama tidak membuatnya lengah.
Musda ulang tidak membuatnya mundur.
Dan kemenangan tipis satu suara justru membuat kisah tersebut semakin dramatis.
Di tengah kerasnya dinamika organisasi olahraga, Epriyanto menunjukkan satu hal yang sulit diukur hanya dengan angka: ketahanan untuk tetap berdiri ketika keadaan tidak lagi mudah.
Dua kali Musda.
Dua kali bertarung.
Dan dua kali pula Epriyanto Kasmuri berhasil memenangkan mandat untuk memimpin Perbasi Jawa Barat.
Bagi seorang pejuang, mungkin itulah makna kemenangan yang sesungguhnya: bukan ketika jalan terbuka lebar, melainkan ketika jalan terasa semakin sempit, tetapi ia tetap memilih untuk melangkah.
Penulis Adi Reinaldi.(Wartawan Olahraga RRI Bandung).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....