Bantuan Pangan Beras 181 Ribu Ton Digelontorkan untuk 6 Juta Penerima di Jabar
- 31 Agt 2026 14:29 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Penyaluran Bantuan Pangan Beras alokasi Juli–September 2026 di Jawa Barat terus dikebut pemerintah. Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum BULOG menargetkan bantuan tersebut diterima 6.039.551 Penerima Bantuan Pangan (PBP), dengan total beras yang dialokasikan mencapai 181.186.530 kilogram atau lebih dari 181 ribu ton.
Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap hingga ke tingkat desa. Salah satunya berlangsung di Desa Sindangsari, Kabupaten Karawang, yang mencatat sebanyak 1.092 PBP sebagai penerima.
Masing-masing penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026.
Dengan skema tersebut, total beras yang disalurkan kepada masyarakat di Desa Sindangsari mencapai 32.760 kilogram atau 32,76 ton.
Kabupaten Karawang sendiri menjadi salah satu daerah dengan jumlah penerima Bantuan Pangan Beras yang cukup besar di Jawa Barat. Tercatat 249.725 PBP memperoleh bantuan dengan total alokasi beras sebesar 7.491.750 kilogram atau sekitar 7.491 ton.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah terus mengoptimalkan koordinasi antarlembaga agar bantuan yang berasal dari program pemerintah dapat diterima masyarakat sesuai data penerima.
“Data penerima Bantuan Pangan ini berasal dari Kementerian Sosial. Tugas kita adalah memastikan bantuan yang telah dialokasikan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Jangan sampai ada satu kilogram pun yang tidak sampai kepada penerima," ujar Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, Senin 31 Agustus 2026.
"Karena itu, Bapanas, BULOG bersama pemerintah daerah terus mengawal penyalurannya agar tepat sasaran, tepat waktu, dan diterima masyarakat dalam kondisi baik,” imbuhnya.
Menurut Amran, keberhasilan penyaluran tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, Bapanas, BULOG, serta berbagai pihak yang terlibat menjadi bagian penting dalam memastikan distribusi bantuan berjalan sesuai target.
“Kita tidak ingin ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan pangan. Karena itu, seluruh jajaran harus bergerak bersama, dari pusat sampai daerah, agar bantuan pangan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan kesiapan BULOG dalam mendukung pelaksanaan program tersebut, terutama dari sisi ketersediaan stok dan distribusi beras hingga ke penerima.
“BULOG memastikan stok beras untuk Bantuan Pangan tersedia dan siap disalurkan. Kami terus memperkuat proses distribusi hingga ke titik penerima agar bantuan pemerintah ini dapat sampai kepada masyarakat secara tepat jumlah dan tepat sasaran,” ujar Rizal.
Rizal menjelaskan, cakupan penerima yang besar di Jawa Barat membutuhkan dukungan sistem distribusi yang memadai, mulai dari kesiapan stok dan pergudangan hingga koordinasi dengan berbagai pihak di daerah.
“Bagi BULOG, setiap kilogram beras yang disalurkan bukan sekadar angka, tetapi merupakan bagian dari upaya negara memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, kami akan terus memastikan proses penyaluran berjalan lancar hingga bantuan diterima masyarakat,” lanjutnya.
Penyaluran dari tingkat provinsi hingga desa menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan Bantuan Pangan Beras dapat diterima masyarakat yang membutuhkan. Bapanas dan BULOG akan melanjutkan koordinasi bersama pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait untuk mengawal penyaluran alokasi Juli–September 2026 di Jawa Barat agar berlangsung efektif, transparan, dan tepat sasaran
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....