Bazmut Bandung Digelar di 30 Kecamatan, Omzet Capai Rp2,2 Miliar
- 11 Sep 2026 15:20 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menggulirkan program Bazar Murah Bandung Utama (Bazmut) untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, Bazmut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
"Hari ini di Lapangan Puter kita menggelar Bazar Murah Bandung Utama. Bazar Murah ini digelar selama dua minggu berturut-turut. Tujuannya untuk membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap barang-barang murah yang kita subsidi," ujar Farhan usai mengunjungi Bazmut di Lapangan Puter, Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong, Jumat 11 September 2026.
Farhan menjelaskan, pelaksanaan Bazmut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Perum Bulog, pelaku UMKM sektor pertanian, distributor pangan, pelaku kerajinan tangan hingga mitra ritel modern.
Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat dapat memperoleh sejumlah komoditas dengan harga rata-rata sekitar 20 persen lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
Menurut Farhan, program Bazmut tidak semata-mata ditujukan untuk mengendalikan inflasi. Lebih dari itu, program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih ringan di tengah dinamika harga pangan.
"Yang terpenting saat ini adalah memastikan distribusi barang kebutuhan pokok ke Kota Bandung tetap lancar dan melimpah. Karena kondisi harga di Kota Bandung sangat bergantung pada distribusi," katanya.
Sejumlah komoditas yang tersedia dalam Bazmut antara lain beras SPHP, telur, daging ayam, sayur-mayur, hingga Minyakita.
Khusus beras SPHP, pemerintah memberikan subsidi melalui Bulog. Sementara komoditas lainnya mendapatkan dukungan berupa potongan harga dari distributor maupun pelaku usaha yang terlibat.
Farhan memastikan, secara umum ketersediaan bahan pokok di Kota Bandung masih aman dan tidak mengalami kelangkaan. Namun, terdapat perbedaan antara ketersediaan beras secara umum dengan beras premium yang saat ini pasokannya relatif lebih terbatas karena tingginya permintaan pasar.
"Kalau ditanya apakah beras langka, tidak. Beras tersedia. Tetapi untuk beras premium memang sedang lebih sulit ditemukan karena mekanisme pasar dan permintaannya tinggi. Sementara beras SPHP dikendalikan pemerintah sehingga tetap tersedia," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, pelaksanaan Bazmut tersebar di seluruh 30 kecamatan.
Pada hari terakhir pelaksanaan, bazar digelar secara serentak di tiga kecamatan, yakni Coblong, Cidadap, dan Bojongloa Kaler.
Ronny menyebutkan, beras, Minyakita, dan telur menjadi tiga komoditas yang paling banyak diburu masyarakat.
"Yang paling banyak dicari masyarakat itu beras, Minyakita, dan telur. Saat ini kebutuhan protein yang paling terjangkau bagi masyarakat adalah telur," ujarnya.
Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap komoditas tersebut juga terlihat dari antusiasme warga di setiap lokasi bazar. Rata-rata satu titik Bazmut dikunjungi sekitar 200 hingga 250 orang.
Secara keseluruhan, jumlah pengunjung selama pelaksanaan program Bazmut diperkirakan mencapai sekitar 7.000 orang.
Dari sisi transaksi, omzet Bazmut hingga Kamis (10/9/2026) telah mencapai sekitar Rp1,9 miliar. Dengan tambahan transaksi dari tiga titik bazar pada hari terakhir, total omzet diperkirakan menembus Rp2,2 miliar.
"Untuk omzet sampai hari kemarin mencapai Rp1,9 miliar. Dengan tambahan tiga titik hari ini, kurang lebih total omzetnya mencapai Rp2,2 miliar," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....