Pemkot Bandung Tata Kawasan Kuliner Cibadak dan Cihapit
- 27 Agt 2026 14:24 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah menyiapkan penataan sejumlah kawasan yang selama ini menjadi pusat aktivitas kuliner, di antaranya Cibadak dan Cihapit.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penataan dilakukan untuk memastikan aktivitas ekonomi dan kuliner tetap berjalan, tanpa mengorbankan ketertiban maupun kenyamanan ruang publik.
“Betul Cihapit pusat kawasan kuliner, tapi kalau tidak tertib ya kita tertibkan,” ujar Farhan, Rabu 26 Agustus 2026.
Menurut Farhan, penataan tidak hanya dilakukan melalui penertiban. Pemkot Bandung juga akan mengedepankan dialog dengan para pelaku usaha kuliner untuk mencari solusi yang tetap memberikan ruang bagi kegiatan ekonomi.
“Rencananya akan ditertibkan. Lalu kemudian kita akan ajak dialog para pelakunya untuk, ‘sok yuk cari tempat yang membuat taman tetap bagus sehingga menikmati hidangan makanan juga lebih enak’,” ucapnya.
Farhan menilai kawasan kuliner memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian sekaligus pariwisata Kota Bandung. Karena itu, penataan diharapkan dapat menciptakan ruang usaha yang lebih nyaman, tertib, dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Ia menyebut, Pemkot Bandung saat ini masih berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat terkait pelaksanaan penataan tersebut.
“Pelaksanaannya nanti, kita lagi koordinasi sama provinsi,” katanya.
Farhan mengungkapkan, sejumlah titik wisata kuliner yang memanfaatkan ruang publik akan ditata dengan menerapkan prinsip datang bersih, pulang bersih.
Konsep tersebut mengatur agar aktivitas usaha tidak meninggalkan bangunan permanen maupun semi permanen yang berpotensi mengganggu fungsi ruang publik.
“Yang permanen dan semi permanen akan dikategorikan sebagai bangunan liar. Solusinya, bisa lihat di Cihampelas dan Lengkong Kecil. Nanti beberapa titik akan menjadi seperti itu,” jelasnya.
Menurut Farhan, penataan diperlukan untuk membangun ekosistem usaha yang sehat. Di sisi lain, keberadaan pelaku usaha kuliner tetap perlu difasilitasi agar dapat berkembang dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian kota.
Selain Cibadak dan Cihapit, Pemkot Bandung juga menyiapkan kawasan Pasar Baru sebagai salah satu pusat kuliner baru.
Farhan mengatakan, penataan kawasan tersebut diharapkan dapat kembali menghidupkan aktivitas ekonomi di sekitar Pasar Baru sekaligus menghadirkan ruang kuliner yang lebih tertata.
“Pasar Baru itu dari sejak belokan Kebon Jati ke arah kanan sampai ketemu dengan Sudirman akan jadi pusat kuliner juga. Supaya hidup lagi,” ungkapnya.
Penataan sejumlah kawasan kuliner ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung menciptakan ruang kota yang lebih tertib, sekaligus memperkuat sektor kuliner sebagai salah satu daya tarik pariwisata.
Farhan berharap kolaborasi dengan Pemprov Jawa Barat dan dialog bersama pelaku usaha dapat menghasilkan kawasan kuliner yang tetap hidup, namun lebih nyaman, tertib, dan menarik bagi wisatawan.
“Dengan kolaborasi dan dialog bersama pelaku usaha, kita bisa menghasilkan kawasan kuliner yang nyaman, tertib dan bisa menarik wisatawan,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....