Pemkot Bandung Siapkan Branding Kota dan Produk Lokal di Bandara Husein

  • 27 Agt 2026 13:24 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat branding Kota Bandung di Bandara Husein Sastranegara. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Angkasa Pura serta pihak swasta.

‎Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Angkasa Pura telah menyediakan ruang yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan identitas dan potensi Kota Bandung kepada para pengguna jasa bandara.

‎“Angkasa Pura menyediakan ruang untuk kita melakukan branding kota, dan kita bekerja sama dengan salah satu pengusaha reklame di Kota Bandung. Nanti di sini juga kami sedang mencari ketersediaan anggaran dan sponsor untuk bisa menampilkan seni tradisional khas Kota Bandung, serta mungkin nanti ada pameran berbagai macam produk kuliner khas Kota Bandung,” ujar Farhan usai melakukan kunjungan ke Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kamis 27 Agustus 2026.


‎Selain branding di area bandara, Pemkot Bandung juga tengah menjajaki kerja sama untuk membuka outlet penjualan produk khas Kota Bandung di terminal keberangkatan.

‎‎“Tidak hanya di sini, kami juga sedang menjajaki kerja sama di terminal keberangkatan untuk menyewa sebuah ruangan menjadi outlet penjualan produk-produk khas Kota Bandung. Namun, itu merupakan kesepakatan terpisah,” katanya.

‎‎Farhan mengatakan, Pemkot Bandung juga memastikan infrastruktur di sekitar Bandara Husein Sastranegara terus diperbaiki dan ditingkatkan.

‎‎Sejauh ini, perbaikan telah dilakukan pada kawasan dengan radius terdekat dari bandara, termasuk jalan dan penerangan jalan umum.


‎‎Tahap berikutnya, Pemkot Bandung akan melanjutkan perbaikan akses jalan yang berputar ke arah utara hingga terhubung menuju lampu merah yang mengarah ke Gerbang Tol Pasteur.

‎‎Menurut Farhan, peningkatan infrastruktur tersebut penting untuk mendukung aksesibilitas menuju bandara sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan yang datang ke Kota Bandung.

‎Terkait kenaikan harga tiket pesawat, Farhan mengatakan Pemkot Bandung masih menghitung elastisitas harga tiket dan dampaknya terhadap permintaan penerbangan dari dan menuju Kota Bandung.

‎‎“Kami masih menghitung elastisitas harga tiket pesawat dan pengaruhnya terhadap permintaan penerbangan ke dan dari Kota Bandung,” ujarnya.

‎‎Meski demikian, berdasarkan data dari Garuda Indonesia Group, tingkat keterisian penerbangan atau load factor masih tergolong tinggi.

‎‎“Sampai sejauh ini, berdasarkan data dari Garuda Group, tingkat hunian penerbangan masih sangat tinggi, load factor-nya masih di atas 90 persen meskipun jumlah penerbangan masih terbatas. Ke depannya, pihak maskapai akan berupaya menambah frekuensi penerbangan,” katanya.

‎Pemkot Bandung juga menyiapkan strategi untuk meningkatkan mobilitas masyarakat menuju Kota Bandung melalui sektor pendidikan.

‎‎Farhan mengatakan, khususnya pada semester pertama 2027, Pemkot Bandung akan mendorong promosi perguruan tinggi di Kota Bandung ke berbagai daerah yang memiliki rute penerbangan menuju Bandara Husein Sastranegara.

‎‎“Hal ini bertujuan agar calon mahasiswa terbaik dari seluruh Indonesia lebih mudah mengakses pendidikan di Kota Bandung, yang memiliki banyak perguruan tinggi unggulan,” katanya.

‎‎Menurut Farhan, kemudahan akses penerbangan menjadi salah satu nilai tambah bagi Kota Bandung sebagai kota pendidikan.

‎‎“Dengan demikian, kemudahan akses melalui penerbangan menjadi nilai tambah, mengingat pendidikan adalah investasi besar,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....