Drainase Jalan Hardjakusumah Cimahi Segera Dibangun, Anggaran Capai Rp1,19 Miliar
- 25 Agt 2026 20:40 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi menyiapkan pembangunan saluran drainase di Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Cihanjuang, Kecamatan Cimahi Utara, sebagai bagian dari upaya meningkatkan fungsi infrastruktur pengendali aliran air di kawasan tersebut. Proyek yang dibiayai APBD Kota Cimahi itu memiliki nilai anggaran mencapai Rp1.199.196.468.
Pekerjaan konstruksi akan dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk keberadaan pohon yang berada di sepanjang jalur pembangunan. Kajian teknis menunjukkan sebagian akar pohon berada pada area yang berpotensi bersinggungan dengan trase dan kedalaman galian drainase.
Kabid Bina Marga DPUPR Kota Cimahi, Hendra Gunawan, mengatakan pembangunan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian konstruksi, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat dan pengguna jalan.
“Pelaksanaan pekerjaan akan disertai langkah mitigasi agar dampaknya terhadap lalu lintas dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan,” kata Hendra dalam keterangannya, Senin 24 Agustus 2026.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah rekayasa lalu lintas selama pekerjaan berlangsung. DPUPR akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Polres Cimahi untuk mengatur pergerakan kendaraan di sekitar lokasi proyek.
Pemasangan rambu dan pembatas area kerja juga akan dilakukan untuk memberikan informasi sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan. Petugas pengatur lalu lintas akan ditempatkan sesuai kebutuhan, sementara akses warga di sekitar lokasi tetap diupayakan dapat digunakan.
Hendra mengatakan keberadaan sekitar 32 pohon menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan proyek tersebut. Penanganannya akan dilakukan berdasarkan hasil kajian yang memperhitungkan posisi akar, kesehatan pohon, keselamatan, serta kebutuhan konstruksi.
“Kalau akar utama berada pada jalur galian, kondisi tersebut dapat menghambat pekerjaan sekaligus berpotensi memengaruhi fungsi konstruksi drainase,” ujarnya.
Menurut Hendra, pemerintah tidak serta-merta memilih pemotongan atau penebangan sebagai solusi. Berbagai pilihan, termasuk perubahan trase dan metode pembangunan, telah masuk dalam pembahasan teknis untuk melihat kemungkinan mempertahankan pohon.
Meski demikian, terdapat kondisi tertentu yang membuat pohon tidak memungkinkan untuk dipertahankan. Faktor kesehatan pohon maupun potensi membahayakan keselamatan masyarakat menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan.
Selama pembangunan berlangsung, pengawasan lapangan akan dilakukan secara berkala. Monitoring tersebut bertujuan memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana sekaligus mengurangi gangguan terhadap lalu lintas, lingkungan, dan kegiatan warga.
Pemerintah juga belum menetapkan jumlah pohon pengganti yang akan disediakan setelah pekerjaan selesai. Penentuan kebutuhan bibit pengganti masih menunggu koordinasi dan verifikasi berdasarkan kondisi pohon yang terdampak.
“Penggantian pohon akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi lapangan dan ketentuan teknis yang berlaku,” kata Hendra.
Adapun anggaran Rp1,19 miliar tersebut khusus untuk pembangunan drainase dan belum memasukkan biaya penanganan pohon. Pemerintah Kota Cimahi berencana mengakomodasi kebutuhan biaya penanganan pohon melalui anggaran perubahan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan lingkungan.
Dengan pengawasan serta mitigasi yang disiapkan sejak awal, pembangunan drainase di Jalan Raden Demang Hardjakusumah diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meminimalkan dampak selama proyek berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....