DLH Cimahi Siapkan Desain Vegetasi Baru di Jalan Demang Hardjakusumah
- 25 Agt 2026 20:17 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menyiapkan konsep penanaman kembali pohon di kawasan Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Cihanjuang, yang terdampak pembangunan drainase. Upaya tersebut dilakukan agar pekerjaan infrastruktur tetap berjalan tanpa mengesampingkan fungsi ekologis kawasan perkotaan.
Pembangunan drainase diperkirakan berdampak terhadap sekitar 32 pohon, meski jumlah tersebut masih bersifat sementara. Pemerintah masih melakukan verifikasi untuk menentukan pohon yang benar-benar berada pada jalur konstruksi dan harus mendapatkan penanganan.
Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, mengatakan kondisi setiap pohon akan menjadi salah satu pertimbangan sebelum keputusan penanganan ditetapkan. Pemerintah juga akan melihat kondisi sistem perakaran untuk memastikan pohon yang tidak ditebang tetap aman setelah pekerjaan drainase selesai.
“Nah, ini yang sekarang baru dihitung kembali oleh teman-teman di PU.” ujar Chanifah, Senin 24 Agustus 2026.
Menurut Chanifah, penanganan vegetasi di kawasan proyek tidak semata-mata berkaitan dengan penebangan pohon. DLH juga akan menghitung nilai karbon yang berpotensi hilang serta menyiapkan langkah penggantian melalui penanaman pohon baru.
Perhitungan tersebut baru akan dilakukan setelah rekomendasi dan seluruh proses perizinan pembangunan selesai. Dengan demikian, jumlah pohon pengganti dapat disesuaikan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh proyek.
DLH juga mendorong agar penghijauan pengganti dilakukan sedekat mungkin dengan lokasi pohon yang terdampak. Jalan Raden Demang Hardjakusumah menjadi pilihan pertama karena penanaman di kawasan yang sama dinilai lebih ideal untuk mempertahankan fungsi lingkungan setempat.
“Kita optimalkan dulu di sini, kalau memang enggak memungkinkan, baru kita cari tempat yang lain.” ucapnya.
Selain lokasi, jenis pohon yang akan ditanam kembali juga tengah dikaji oleh DLH. Pemerintah tidak ingin memilih tanaman dengan karakteristik yang justru mudah tumbang atau berpotensi mengganggu jaringan drainase di kemudian hari.
Chanifah mengatakan desain vegetasi akan disesuaikan dengan kondisi jalan dan infrastruktur yang berada di bawah maupun di sekitar kawasan. Pemilihan tanaman dengan sistem perakaran yang sesuai diharapkan dapat menjaga fungsi penghijauan sekaligus mengurangi risiko kerusakan drainase.
“Kita akan melakukan desain kembali kira-kira pohon apa yang pas dan dioptimalkan di lokasi yang sama.” katanya.
Penanganan pohon nantinya melibatkan pihak ketiga sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah. Meski demikian, DLH tetap menentukan standar lingkungan, termasuk jumlah pohon pengganti, jenis tanaman, serta lokasi penanamannya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Cimahi menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan perlindungan lingkungan. Dengan penghitungan pohon, karbon, dan desain vegetasi yang lebih tepat, dampak pembangunan drainase diharapkan dapat ditekan tanpa menghilangkan fungsi ruang hijau di kawasan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....