Fakultas Psikologi Unisba Gelar Konseling Gratis bagi Warga Dago Bandung
- 12 Agt 2026 11:21 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba) melalui Pendidikan Profesi Psikolog menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Rabu 12 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan layanan konseling dan psikoedukasi secara langsung bagi masyarakat. Warga dari berbagai RW di Kelurahan Dago tampak antusias mengikuti kegiatan yang dirancang sebagai ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan sekaligus memperoleh pendampingan psikologis.
Ketua PKM Pendidikan Profesi Psikolog Unisba, Muhammad Zidane Al Hidayat, S.Psi., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen akademisi dan calon psikolog untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat. Tim telah melakukan pre-test untuk mengetahui berbagai keluhan dan kebutuhan masyarakat di wilayah Dago.
“Pengabdian ini memang sebelumnya diawali dengan pre-test terkait keluhan masyarakat. Dari hasil tersebut, kami menemukan beberapa persoalan, di antaranya berkaitan dengan kurangnya kepekaan terhadap lingkungan, respect, serta rasa tanggung jawab,” ujar Zidane.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut dinilai relevan dengan keilmuan psikologi sehingga kegiatan PKM diarahkan tidak hanya memberikan konseling, tetapi juga membangun pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat.
Zidane mengatakan terdapat dua bentuk utama kegiatan yang diberikan kepada masyarakat, yakni konseling dan psikoedukasi. Psikoedukasi ditujukan kepada masyarakat secara luas, terutama generasi muda yang dinilai perlu mendapatkan penguatan mengenai empati, kepedulian, rasa hormat, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial.
Sementara layanan konseling dapat diberikan kepada masyarakat dari berbagai kelompok usia. Dalam kegiatan tersebut, sebagian besar peserta yang hadir merupakan warga berusia di atas 35 tahun dengan beragam persoalan, termasuk persoalan keluarga dan kehidupan rumah tangga.
“Untuk konseling bisa berbagai umur. Kebetulan yang hadir banyak yang berusia di atas 35 tahun, sehingga berbagai keluhan, termasuk persoalan rumah tangga, dapat kami terima dan kami dampingi,” katanya.
Menurut Zidane, tujuan PKM tersebut dibangun melalui tiga aspek, yakni pengetahuan, sikap, dan perilaku. “Jargon kami adalah Peduli, Beraksi Nyata. Jadi harapannya masyarakat tidak hanya melihat atau mengetahui persoalan, tetapi juga memiliki kepedulian dan mampu melakukan tindakan nyata,” tutur Zidane.
Dalam kegiatan tersebut, tim menyediakan sejumlah sesi konseling dan kegiatan psikoedukasi bagi warga, hingga pukul 12.00 Wib. Zidane berharap layanan tersebut dapat membantu masyarakat menjadi lebih adaptif dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Kegiatan tersebut melibatkan 12 konselor yang terdiri atas psikolog dan tenaga profesional dari Pendidikan Profesi Psikolog Unisba. Selain itu, sekitar delapan dosen yang juga berlatar belakang psikolog turut turun langsung memberikan pendampingan.
Adapun para konselor yang terlibat yakni Dr. Eneng Nurlaili Wangi, M.Psi., Psikolog; Dr. Endah Nawangsih, M.Psi., Psikolog; Anna Rozana, S.Psi., M.Psi., Psikolog; Dr. Hedi Wahyudi, M.Psi., Psikolog; Dr. Siti Qodariah, M.Psi., Psikolog; Suhana, S.Psi., M.Psi., Psikolog; Rizka Hadian Permana, S.Psi., M.Psi., Psikolog; Tia Inayatillah, S.Psi., M.Psi., Psikolog; Elfreda Haura Fawwaz, S.Psi.; Ismayalia Jannah, S.Psi.; Aulia Rahmadani, S.Psi.; serta Mohammad Rizal Ansori, S.Psi.
Sementara panitia dipimpin Muhammad Zidane Al Hidayat, S.Psi., sebagai ketua dan Mochamat Kanafi, S.Psi., sebagai wakil ketua. Tim fasilitator terdiri atas Lidzikri, Fadllan, Nazwa, Salsabila, Ummul Atikah, Dyah Rizqi, Ismayalia, Vany, dan Mutia Athaya.
Camat Coblong Apresiasi PKM Unisba
Camat Coblong, Ratna Rahayu Pitriyanti, S.STP., M.Si., menyambut positif pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut.
“Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, mudah-mudahan dapat membangkitkan kembali masyarakat yang memiliki etika yang baik,” kata Ratna.
Ia menegaskan, berbagai laporan atau persoalan yang disampaikan masyarakat nantinya dapat menjadi perhatian pemerintah dengan tetap mempertimbangkan tingkat urgensi, prioritas, serta kebutuhan penanganannya.
“Semoga dengan adanya PKM atau pengabdian kepada masyarakat ini warga, khususnya di Kelurahan Dago, merasa memiliki wadah untuk dapat berekspresi secara bijak. Bagaimanapun juga, hal tersebut penting dalam pembangunan manusia,” ujarnya.
Kegiatan PKM Fakultas Psikologi Unisba di Kelurahan Dago tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pendekatan psikologis, edukasi, dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dalam membangun masyarakat yang lebih adaptif, sadar, dan bertanggung jawab.
Semangat “Peduli, Beraksi Nyata” pun diharapkan tidak hanya menjadi jargon kegiatan, tetapi dapat tumbuh menjadi kebiasaan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan kehidupan sehari-hari
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....