Siswa SMKN 9 Bandung Praktik Barista, Langsung Layani Konsumen di Braga City Walk
- 10 Agt 2026 11:01 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Sebanyak 20 siswa SMKN 9 Bandung mendapat pengalaman bekerja di lingkungan industri melalui kegiatan Coffee Corner atau Beverage Business Project di Braga City Walk, Bandung.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Bantuan Pemerintah Pembelajaran Berbasis Projek pada Keahlian Khusus yang berfokus pada okupasi barista. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya berlatih membuat minuman, tetapi juga belajar menghadapi konsumen secara langsung.
Para siswa dari Konsentrasi Keahlian Kuliner dibagi ke dalam sejumlah tugas sesuai kebutuhan operasional. Mereka terlibat dalam proses produksi minuman, pelayanan konsumen, hingga kegiatan pemasaran.
Pembelajaran sengaja dilakukan di ruang publik agar siswa memperoleh gambaran mengenai situasi kerja yang lebih dekat dengan kondisi industri. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mitra dunia kerja serta pendampingan dari praktisi kopi.
Salah seorang siswa, Kinanti Dwinandila, mengatakan pengalaman praktik di luar sekolah membuat dirinya menghadapi situasi yang berbeda. “Kalau di sekolah lingkupnya hanya bersama siswa dan lingkungan sekolah. Kalau di sini kami berhadapan dengan banyak orang dan konsumen secara langsung. Jadi, memang terasa berbeda,” ujarnya, Minggu 9 Agustus 2026.
Pengalaman serupa dirasakan Karmila Putri Septiani. Ia mengaku sempat gugup saat harus berkomunikasi langsung dengan konsumen.
Menurut Karmila, pemahaman terhadap produk menjadi hal penting agar siswa mampu memberikan informasi yang tepat kepada konsumen. “Awalnya deg-degan dan takut salah menjawab ketika berhadapan dengan konsumen. Yang paling penting kita harus tahu produk yang kita jual. Jadi ketika menjelaskan kepada konsumen, kita bisa menyampaikannya dengan jelas,” katanya.
Ia menilai praktik tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami situasi kerja secara nyata.
“Kegiatan seperti ini penting karena kami mendapatkan pengalaman langsung. Kami tidak hanya belajar secara teori atau praktik di sekolah, tetapi juga merasakan bagaimana menghadapi situasi dan konsumen secara langsung,” ujar Karmila.
Kepala Program Studi Kuliner SMKN 9 Bandung, Vianny Agustina Citrasari, mengatakan pembelajaran berbasis projek tersebut dirancang untuk memperkuat keterampilan siswa agar sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Menurutnya, kompetensi barista menjadi salah satu kemampuan yang diharapkan dapat dikuasai siswa sebelum mereka menyelesaikan pendidikan. “Tujuan akhirnya adalah agar siswa dapat lulus dengan kompetensi barista yang berstandar industri,” katanya.
Kompetensi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk bekerja di industri maupun membuka usaha secara mandiri, termasuk mengembangkan bisnis coffee shop.
Selain keterampilan barista, program ini turut mengenalkan potensi kopi lokal Jawa Barat. Siswa didorong untuk memahami pengolahan dan penyajian kopi sehingga mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah.
“Program ini juga memiliki tujuan ekosistem untuk mengangkat potensi kopi lokal Jawa Barat agar naik kelas dan bernilai ekonomi tinggi melalui tangan inovasi generasi muda,” ujarnya.
Dalam program tersebut, SMKN 9 Bandung menggandeng tiga mitra dunia kerja, yakni Nice Day Coffee, Osiris Coffee, dan Cikopi Mang Eko.
Tidak hanya siswa, program ini juga menyasar peningkatan kompetensi guru. Penguatan kapasitas guru dilakukan melalui kegiatan magang dan sertifikasi. Untuk sertifikasi kompetensi, SMKN 9 Bandung bekerja sama dengan LSP Rajawali Hospitality Nusantara dengan fasilitasi BPD PHRI Jawa Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....