Pemkot Bandung Musyawarahkan Lokasi Lahan Baru SDN 026 Cibaduyut Kidul

  • 07 Agt 2026 12:07 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mengupayakan penyelesaian persoalan SDN 026 Cibaduyut Kidul menyusul sengketa lahan yang berdampak pada kegiatan belajar mengajar. Selain menyiapkan relokasi sementara bagi para siswa, Pemkot juga tengah memusyawarahkan pembangunan sekolah baru di lahan pengganti yang telah disiapkan.

‎Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pemerintah berharap warga di kawasan Cibaduyut Kidul RW 02 dapat menerima rencana pembangunan sekolah tersebut sehingga proses pembangunan bisa segera dimulai.

‎"Kami berharap melalui musyawarah nanti warga akan terbuka hatinya agar tetap kita bisa melakukan pembangunan sekolah di sana. Mudah-mudahan SDN Cibaduyut Kidul RW 02 bisa segera dibangun," ujar Farhan, Jumat 7 Agustus 2026.

‎Farhan menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan Pemkot adalah memastikan masyarakat di sekitar lokasi bersedia menerima pembangunan sekolah. Menurutnya, proses tersebut membutuhkan waktu karena harus mengedepankan pendekatan persuasif dan menghormati aspirasi warga.

‎"Proses pertama, kita akan memastikan dulu bahwa warga di Cibaduyut Kidul RW 02 mau menerima pembangunan SDN 026 di sana. Prosesnya pasti panjang," katanya.


‎Sambil menunggu proses tersebut, Pemkot Bandung akan melakukan relokasi kegiatan belajar mengajar secara bertahap. Para siswa SDN 026 untuk sementara akan dipindahkan ke SDN 148 agar hak mereka memperoleh pendidikan tetap terpenuhi.

‎"Yang kedua, kita akan mulai secara perlahan dan bertahap memindahkan kelas anak-anak di SDN 026 ini ke SDN 148 untuk sementara. Kita butuh waktu sekitar dua sampai tiga minggu. Jadi para ibu harap maklum karena bagaimanapun juga ada ketentuan hukum yang harus kita patuhi. Tetapi kami akan memastikan bahwa kepindahannya nanti berjalan dengan lancar," tuturnya.

‎Ia menegaskan, relokasi tersebut bersifat sementara hingga pembangunan sekolah di lokasi baru dapat direalisasikan. Pemkot juga memastikan proses pemindahan dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu aktivitas belajar para siswa.

‎Farhan mengungkapkan, sebenarnya pemerintah telah menyiapkan lahan pengganti untuk pembangunan sekolah. Namun, rencana tersebut masih menghadapi penolakan dari sebagian warga yang tinggal di sekitar lokasi.

‎"Kami sudah punya lahan penggantinya, namun ternyata ada penolakan dari warga sekitar lahan pengganti tersebut. Jadi sekarang kami sedang membicarakan dan bermusyawarah dengan warga di lahan tersebut untuk pembangunan sekolah," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....