DPKP Cimahi Siapkan Mitigasi Krisis Air Bersih Hadapi Musim Kemarau
- 22 Jul 2026 15:41 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi krisis air bersih selama musim kemarau 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas instansi agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi apabila terjadi kekeringan di sejumlah wilayah.
Kepala DPKP Kota Cimahi, Amy Pringgo Mardhani, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi untuk memetakan kawasan yang berpotensi mengalami kekeringan. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar penyaluran bantuan air bersih secara tepat sasaran.
"Kami tentunya berkoordinasi dengan BPBD untuk pemetaan daerah kekeringan di mana saja, nanti kita distribusikan air bersih," ujar Kepala DPKP Kota Cimahi, Amy Pringgo Mardhani dikutip dari laman resmi pemerintah kota Cimahi, Rabu 22 Juli 2026.
Untuk menjamin ketersediaan pasokan air bersih, DPKP menggandeng sejumlah pihak sebagai mitra penyedia air. Sumber pasokan akan berasal dari BLUD Air Minum Kota Cimahi, Perumda Tirta Raharja, Perumda Tirtawening, Kementerian Pekerjaan Umum, program TNI Manunggal Air, hingga dukungan dari sektor industri di Kota Cimahi.
"Jadi kita koordinasi terus supaya pas ada krisis kita sudah ada persiapan stoknya dan bisa didistribusikan kepada masyarakat," katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, mengimbau masyarakat agar mulai menerapkan pola hidup hemat air sejak dini. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang akibat pengaruh fenomena El Nino.
"Sehingga masyarakat diharapkan bisa secara mandiri mengantisipasi, misalnya dengan bersiap menyediakan air, menampung air, kemudian menghemat air, lalu menggunakannya dengan lebih bijak," ucap Fithriandy Kurniawan.
Menurut Fithriandy, penghematan air dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat diharapkan mengurangi penggunaan air untuk aktivitas yang tidak mendesak sehingga cadangan air bersih tetap terjaga selama musim kemarau.
"Tidak untuk mencuci mobil barangkali nanti pada saat puncaknya. Kalau memang kendaraannya tidak terlalu kotor, cukup dilap saja. Jadi semacam itulah penghematan, bentuk-bentuknya diserahkan kepada masyarakat bagaimana pelaksanaannya," katanya.
Pemerintah Kota Cimahi berharap sinergi antara pemerintah, penyedia layanan air, dunia usaha, dan masyarakat mampu meminimalkan dampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Dengan langkah mitigasi yang telah disiapkan sejak awal, distribusi air bersih diharapkan dapat berjalan cepat dan tepat ketika kondisi darurat terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....