Walikota Bandung Tegaskan Tak Boleh Ada Penolakan Pasien

  • 07 Jul 2026 14:25 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama bagi seluruh tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Bandung. Ia mengingatkan, tidak boleh ada pasien yang ditolak hanya karena persoalan administrasi maupun status pembiayaan.

‎‎Penegasan tersebut disampaikan Farhan saat pelantikan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, termasuk tenaga kesehatan. Menurutnya, penguatan jabatan fungsional di bidang kesehatan diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara lebih profesional, cepat, dan humanis.

‎‎Farhan menekankan, dalam kondisi darurat tenaga kesehatan wajib memberikan pertolongan terlebih dahulu sebelum menyelesaikan urusan administrasi pasien.

‎‎"Paling utama adalah pelayanan. Tangani dulu pasiennya sampai stabil, baru administrasinya diselesaikan," ujarnya.

‎‎Ia menilai, sangat tidak adil apabila pasien yang berada dalam kondisi gawat darurat masih harus ditanya mengenai metode pembayaran sebelum mendapatkan tindakan medis.

‎‎"Jangan sampai pasien yang kondisinya gawat masih ditanya mau BPJS atau umum. Itu tidak boleh terjadi. Pelayanan harus didahulukan," tegas Farhan.Selasa 7 Juli 2026.


‎‎Menurutnya, keselamatan pasien merupakan tanggung jawab utama seluruh tenaga kesehatan. Karena itu, Pemerintah Kota Bandung tidak akan mentoleransi adanya praktik penolakan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan.

‎‎Farhan menegaskan, bagi rumah sakit daerah maupun puskesmas milik pemerintah, pelanggaran terhadap prinsip pelayanan tersebut dapat berujung pada sanksi berat, termasuk pemberhentian terhadap pihak yang bertanggung jawab.

‎‎Sementara itu, terhadap rumah sakit swasta yang terbukti menolak pasien yang membutuhkan pertolongan medis, Pemkot Bandung akan melakukan evaluasi terhadap izin operasionalnya.

‎‎"Kalau terjadi di fasilitas kesehatan pemerintah, ancamannya bisa pemberhentian. Kalau rumah sakit swasta, izinnya akan kami review," katanya.

‎‎Farhan berharap seluruh pejabat fungsional yang baru dilantik, khususnya tenaga kesehatan, mampu mengedepankan profesionalisme, integritas, serta semangat melayani masyarakat tanpa diskriminasi.


‎‎Ia menegaskan, pelayanan kesehatan yang cepat, manusiawi, dan tidak membedakan latar belakang maupun kemampuan ekonomi pasien merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

‎‎Menurut Farhan, pelayanan kesehatan yang berkualitas akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi sekaligus memastikan setiap warga memperoleh haknya untuk mendapatkan layanan kesehatan secara optimal.

‎‎"Pelayanan kesehatan yang cepat, manusiawi, dan tanpa diskriminasi merupakan bagian dari komitmen Pemkot Bandung untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....