Walikota Perkuat DKPP lewat Rotasi Pejabat, Fokus Jaga Ketahanan Pangan
- 07 Jul 2026 14:14 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 105 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bandung tidak hanya menjadi bagian dari penyegaran organisasi, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor-sektor prioritas pembangunan. Salah satu fokus utama yang mendapat perhatian adalah penguatan ketahanan pangan menjelang musim kemarau.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan rotasi dan mutasi jabatan merupakan proses yang wajar dalam sebuah organisasi pemerintahan yang memiliki sekitar 22 ribu aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, penyegaran organisasi diperlukan agar kinerja pemerintahan tetap optimal.
"Ini kegiatan rutin. Sebagai organisasi besar tentu harus ada rotasi agar organisasi tetap berjalan optimal," ujar Farhan usai pelantikan di Plaza Balai Kota Bandung, Selasa 7 Juli 2026.
Farhan menjelaskan, pengisian sejumlah jabatan fungsional dilakukan berdasarkan kompetensi masing-masing ASN. Penempatan tersebut diprioritaskan pada sektor-sektor strategis, terutama bidang kesehatan serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
Ia mengaku memberikan perhatian khusus kepada DKPP mengingat Kota Bandung akan menghadapi tantangan menjaga stabilitas pasokan pangan selama musim kemarau. Karena itu, diperlukan sumber daya manusia yang profesional untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga.
"Kami ingin memastikan SDM profesional di DKPP mampu menjaga cadangan pangan, memastikan distribusi lancar, dan menjamin suplai ke Kota Bandung tidak terganggu," katanya.
Menurut Farhan, Kota Bandung memiliki karakteristik sebagai daerah konsumen yang sangat bergantung pada pasokan pangan dari luar wilayah. Kondisi tersebut membuat koordinasi dengan berbagai daerah penghasil pangan menjadi sangat penting.
"Kita ini bukan produsen, tetapi 100 persen konsumen. Ada sekitar 16 provinsi yang menjadi pemasok kebutuhan pangan Kota Bandung," ucapnya.
Untuk menjaga stabilitas pasokan, Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat koordinasi dengan Bulog guna memastikan ketersediaan bahan pokok, sekaligus menjaga kelancaran distribusi dari daerah pemasok hingga ke pedagang di Kota Bandung.
Farhan juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan masyarakat sebagai konsumen dan para produsen pangan. Menurutnya, harga ayam dan telur yang saat ini mengalami penurunan memang menguntungkan masyarakat. Namun, apabila kondisi tersebut berlangsung terlalu lama, dikhawatirkan dapat menurunkan semangat produksi para peternak sehingga berpotensi mengganggu pasokan di masa mendatang.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bandung tengah menyiapkan konsep kerja sama jangka panjang dengan sejumlah daerah penghasil pangan melalui kontrak pasokan komoditas strategis seperti beras dan telur.
"Ke depan kami ingin membangun kerja sama dengan daerah penghasil sehingga kebutuhan pangan Kota Bandung tetap terjamin secara berkelanjutan," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....