UMKM Kota Bandung Tampilkan Produk Festival Sentra Industri dan All About Tahu

  • 05 Jul 2026 18:25 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Sebanyak 38 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ambil bagian dalam Festival Sentra Industri dan Festival All About Tahu & Jajanan Kota Bandung yang digelar di Cihampelas Walk (Ciwalk) pada 3–12 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ajang promosi produk unggulan daerah sekaligus upaya memperkuat daya saing industri kecil dan menengah di Kota Bandung.

‎‎Festival tersebut menghadirkan berbagai sentra industri unggulan Kota Bandung, di antaranya Sentra Rajut Binongjati, Sentra Sepatu Cibaduyut, Sentra Kaos dan Sablon Suci, Sentra Boneka Sukamulya, Sentra Boneka Warung Muncang, Sentra Tas Kebonlega, Sentra Kaligrafi Cicaheum, Sentra Lukisan Siliwangi, Sentra Ecoprint Sadang Serang, hingga Sentra Alat Musik Tradisional Binong.

‎‎Selain itu, Festival All About Tahu & Jajanan Kota Bandung menyuguhkan beragam inovasi olahan tahu serta aneka jajanan khas yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner Kota Bandung. Pengunjung dapat menikmati sekaligus membeli berbagai produk lokal yang ditawarkan para pelaku UMKM.

‎‎Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, mengatakan Festival All About Tahu telah menjadi agenda tahunan yang terus diperkuat sebagai identitas promosi kuliner Kota Bandung.

‎‎"Bahkan nama festival tersebut kini telah didaftarkan sebagai bagian dari perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) guna menjaga keberlanjutan branding yang telah dibangun," ujar Ronny, Minggu 5 Juli 2026.


‎Menurut Ronny, penyelenggaraan festival ini diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi pelaku usaha, meningkatkan transaksi ekonomi, sekaligus memperkenalkan produk-produk unggulan Kota Bandung kepada masyarakat yang lebih luas.

‎‎Ia mengungkapkan, sektor industri masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kota Bandung. Berdasarkan data tahun 2025, sektor industri memberikan kontribusi sebesar 17,28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Bandung dan menjadi sektor ekonomi terbesar kedua setelah sektor perdagangan.

‎‎"Industri kecil dan menengah merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu kami terus melakukan berbagai upaya penguatan melalui pendampingan, pelatihan, serta dukungan pemasaran baik secara daring maupun luring," katanya.

‎‎Ronny menambahkan, berdasarkan pembaruan data tahun 2025, Kota Bandung memiliki 37 sentra industri yang menaungi 1.763 pelaku UKM dan menyerap 7.930 tenaga kerja. Sentra-sentra tersebut bergerak di berbagai sektor, mulai dari fesyen, kriya, kerajinan, hingga kuliner yang selama ini menjadi identitas ekonomi kreatif Kota Bandung.


‎‎Sementara itu, festival secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, yang mewakili Wali Kota Bandung. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi penyelenggaraan festival sebagai wadah promosi produk lokal sekaligus penguatan ekosistem ekonomi masyarakat.

‎"Berbagai produk unggulan Kota Bandung, baik makanan, kuliner, fesyen, sepatu, kerajinan maupun produk kreatif lainnya harus terus diperkuat dan dipromosikan. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....