Lecehkan Perempuan, GNTI Jabar Pamriadi Minta Mendagri Copot Bupati Purwakata

  • 05 Jul 2026 15:26 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung, - Ketua Pengurus Wilayah Alumni Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Jawa Barat Pamriadi mendesak Menteri Dalam Negeri, untuk segera mencopot Bupati Purwakarta Saeful Bahri Binzein atau dikenal Om Zein, dari jabatannya. Desakan itu dilayangkan setelah beredarnya lagu dan pernyataan Om Zein yang dinilai melecehkan perempuan dan tidak mencerminkan etika pejabat publik.

Menurut Pamriadi, seorang kepala daerah harus menjadi contoh dalam menjaga norma kesusilaan dan kesetaraan gender.

"Kami menilai lirik dan konteks lagu yang dibuat Bupati Purwakarta Om Zein sudah masuk kategori pelecehan terhadap perempuan. Ini tidak bisa ditoleransi. Mendagri harus tegas dan mencopotnya," kata Pamriadi di Bandung, Minggu 5 Juli 2026.

PW GNTI Jabar menilai, tindakan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan semangat perlindungan terhadap perempuan yang diamanatkan negara.

3 Alasan PW GNTI Jabar Minta Mendagri Copot Bupati Purwakarta

  1. Melecehkan Perempuan : Konten lagu dianggap merendahkan martabat perempuan dan melukai rasa keadilan gender.
  2. Mencederai Etika Pejabat Publik: Pejabat negara seharusnya menjadi pelindung, bukan membuat karya yang menimbulkan kegaduhan.
  3. Mengabaikan Tugas Pokok : Di tengah persoalan rakyat Purwakarta, Bupati justru sibuk membuat konten yang kontroversial.

"Kami minta Mendagri tidak tutup mata. Jika tidak ada tindakan tegas, ini akan jadi preseden buruk bagi kepala daerah lain," tegas Pamriadi.

Pamriadi yang juga Ketua Harian DPD PA GMNI Jabar juga mengajak organisasi perempuan dan masyarakat sipil di Jawa Barat untuk bersama-sama mengawal kasus ini sampai ada keputusan dari pemerintah pusat.

Pamriadi yang juga menjabat sebagai Bendahara Korps Alumni KNPI Jawa Barat berkomitmen mengawal jalannya pemerintahan yang bersih, pro-rakyat, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan sesuai ajaran Bung Karno.

Seperti diketahui, lagu yang berjudul

'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' ciptaan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri, menuai kontroversi. Dalam lirik berbahasa Sunda itu, dinilai merendahkan martabat perempuan.

Bupati Purwakarta Om Zein, sudah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan ketersinggungan pihak lain terkait lirik lagu tersebut. Ia mengatakan tidak ada maksud untuk merendahkan atau melakukan pelecehan seksual secara verbal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....