Pemkot Bandung Kejar Pengolahan Sampah 125 Ton Per Hari

  • 22 Jun 2026 10:39 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus mempercepat upaya penanganan sampah melalui pembangunan sejumlah titik pengolahan sampah berbasis teknologi. Program tersebut didukung bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Mabes TNI Angkatan Darat (AD) yang ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.

Wali Kota Bandung, M. Farhan, mengatakan saat ini proses penentuan lokasi bantuan pengolahan sampah tengah dilakukan. Pemerintah menargetkan pada akhir Juli 2026 seluruh lokasi prioritas sudah dapat ditetapkan agar pembangunan dan pemasangan fasilitas pengolahan sampah dapat segera berjalan.‎

‎"Program bantuan pengolahan sampah dari Gubernur sedang kita lakukan sekarang. Mudah-mudahan di akhir bulan Juli semuanya sudah bisa ditentukan. Minimal 10 persen dari target yang direncanakan, yaitu 15 titik bantuan dari Provinsi Jawa Barat dan 5 titik bantuan dari Mabes AD. Jadi total ada 20 titik," ujar Farhan, Senin 22 Juni 2026.


‎‎Menurut Farhan, kapasitas pengolahan sampah dari 20 titik tersebut diperkirakan mampu mengurangi timbunan sampah hingga 125 ton per hari. Setiap lokasi nantinya memiliki kapasitas pengolahan antara 5 hingga 10 ton sampah per hari.‎

‎"Dari 20 titik itu, per titik antara 5 sampai 10 ton per hari. Jadi ada lima titik yang berkapasitas 10 ton dan 15 titik berkapasitas 5 ton. Totalnya sekitar 125 ton per hari yang harus bisa kita kejar pada Agustus dan September. Targetnya Oktober sudah selesai," katanya.

‎‎Selain menyiapkan fasilitas pengolahan sampah, Pemkot Bandung juga telah mengidentifikasi ratusan calon lokasi yang berpotensi digunakan sebagai tempat pengolahan sampah. Berdasarkan pemetaan melalui foto udara, terdapat sekitar 220 titik yang telah masuk dalam daftar awal.

‎‎Namun demikian, seluruh lokasi tersebut masih harus melalui proses verifikasi lapangan untuk memastikan kelayakannya. Pemerintah ingin memastikan keberadaan fasilitas pengolahan sampah tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun fasilitas publik di sekitarnya.

‎‎"Total sudah kita siapkan sekitar 220 titik berdasarkan foto udara. Sekarang kita verifikasi secara fisik, apakah akses jalannya bagus dan tidak mengganggu lingkungan sekitar. Misalnya ada lahan yang luasnya mencukupi, tetapi ternyata berada tepat di belakang sekolah. Kasihan anak-anak sekolahnya, sehingga harus dipindahkan. Begitu juga kalau lokasinya berada di samping puskesmas, tentu harus dicari lokasi lain," jelasnya.‎

‎Farhan menambahkan, saat ini terdapat beberapa skema bantuan yang tengah diupayakan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung. Salah satunya bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupa mesin pengolah sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF).

‎‎Selain itu, Pemkot Bandung juga mengajukan dukungan kepada Mabes TNI AD untuk pengembangan titik-titik pengolahan sampah di berbagai wilayah kota.

‎"Ada beberapa bantuan yang sedang kita upayakan. Pertama bantuan dari provinsi berupa 151 mesin RDF. Kemudian bantuan dari Mabes TNI AD, di mana kami mengusulkan sekitar 50 titik pengolahan sampah," ucapnya.

‎‎Meski dukungan peralatan dipastikan tersedia, Farhan mengakui tantangan terbesar saat ini adalah penyediaan lahan yang sesuai dan pengelolaan lokasi pengolahan sampah tersebut. Setiap titik membutuhkan lahan minimal seluas 100 meter persegi agar dapat beroperasi secara optimal.

‎"Mesinnya insyaallah ada. Yang menjadi persoalan sekarang adalah pemilihan lahan dan pengelolaan lahannya itu sendiri. Kami harus menyediakan lahan minimal 100 meter persegi di setiap titik," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....