Dampak Pemadaman Listrik Bergilir,Pelaku Usaha Bandung Alami Kerugian
- 22 Jun 2026 10:24 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemadaman listrik bergilir yang beberapa kali terjadi di Kota Bandung mulai menimbulkan dampak terhadap aktivitas ekonomi dan usaha masyarakat. Sejumlah pelaku usaha dilaporkan mengalami kerugian akibat terganggunya pasokan listrik yang menjadi kebutuhan utama dalam menjalankan operasional sehari-hari.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengaku menerima berbagai laporan terkait dampak pemadaman listrik tersebut. Salah satu sektor yang terdampak cukup besar adalah usaha ikan hias yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjaga kualitas air dan sistem pendukung kehidupan ikan.
"Saya dengar beberapa pengusaha ikan hias banyak yang mati ikannya. Padahal ikan hias ini nilainya tinggi sekali. Nilai tambahnya tinggi, umurnya pendek, dan lain-lain," ujar Farhan saat ditemui di Bandung, Senin 22 Juni 2026.
Menurut Farhan, kerugian akibat pemadaman listrik tidak hanya dialami oleh pengusaha ikan hias. Berbagai sektor usaha lainnya juga menghadapi kendala serupa, terutama usaha yang menggunakan mesin dan peralatan berbasis listrik dalam kegiatan produksinya.
Ia mencontohkan banyaknya bengkel yang beroperasi di Kota Bandung, mulai dari bengkel las hingga bengkel bubut, yang aktivitasnya sangat bergantung pada ketersediaan listrik. Ketika terjadi pemadaman, produktivitas usaha langsung menurun bahkan terhenti sementara.
"Kemudian juga para pengusaha lain seperti bengkel. Di Kota Bandung kan banyak bengkel. Bengkel las, bengkel bubut, itu semua pakai listrik. Jadi saya harapkan PLN segera bisa memperbaiki berbagai macam fasilitasnya," katanya.
Farhan berharap PT PLN dapat segera melakukan langkah-langkah perbaikan dan penguatan sistem kelistrikan agar gangguan serupa tidak terus berulang. Menurutnya, kestabilan pasokan listrik menjadi faktor penting dalam menjaga roda perekonomian daerah tetap berjalan dengan baik.
Di sisi lain, Farhan juga mengimbau para pelaku usaha untuk mulai memperhatikan ketersediaan sistem cadangan listrik atau power backup guna mengantisipasi gangguan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
"Saya hanya menghimbau kepada para pengusaha agar betul-betul memperhatikan power backup. Hal ini pernah terjadi pada tahun 2008 sampai 2009. Pernah ini terjadi, sampai akhirnya Direktur Utama PLN diganti oleh Pak Dahlan Iskan," ucapnya.
Farhan mengingat kembali kondisi gangguan listrik yang pernah terjadi di jaringan Jawa-Bali pada periode tersebut. Menurutnya, saat itu berbagai gangguan pasokan listrik juga sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia usaha dalam waktu yang cukup lama.
"Kalau tidak salah Direktur PLN waktu itu namanya Pak Edi. Pada masa Pak Edi itu memang selama setahun banyak sekali gangguan terjadi di jaringan Jawa-Bali," katanya.
Ia menambahkan, salah satu penyebab yang disebut-sebut memiliki kemiripan dengan kondisi saat ini adalah persoalan distribusi bahan bakar untuk pembangkit listrik. Namun demikian, Farhan menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan kebijakan yang berada di tingkat pusat sehingga pemerintah daerah hanya dapat menunggu langkah penanganan dari pemerintah dan PLN.
"Itu penyebabnya sama, yaitu distribusi bahan bakar untuk pembangkit listrik. Nah sekarang kita menghadapi hal yang sama. Bagaimanapun juga, itu kebijakannya dari pusat, jadi kita memang betul-betul menunggu," tuturnya.
Meski demikian, Pemerintah Kota Bandung akan terus memantau perkembangan dampak yang ditimbulkan terhadap dunia usaha. Hingga saat ini, laporan resmi mengenai total kerugian akibat pemadaman listrik masih dalam proses pendataan.
"Laporan kerugian masih belum saya terima. Nanti saya mau ketemu Disdagin dan DPMPTSP," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....