Program Orang Tua Asuh Jadi Harapan Baru Tekan Putus Sekolah di Garut

  • 22 Jun 2026 10:32 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut – Pemerintah Kabupaten Garut terus mencari berbagai terobosan untuk mengatasi tingginya angka anak tidak sekolah (ATS). Salah satu langkah yang kini tengah disiapkan adalah pengembangan program orang tua asuh sebagai bentuk gotong royong masyarakat dalam membantu anak-anak kembali mendapatkan hak pendidikannya.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, ke Kelompok Bermain Al Ikhlas 158 di Desa Pasirkiamis, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut.

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah pelosok. Pemerintah menilai tidak boleh ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena faktor ekonomi, geografis, maupun sosial.

Dalam sambutannya, Atip Latipulhayat menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak seluruh warga negara yang harus dijamin keberlangsungannya tanpa memandang lokasi tempat tinggal. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan, baik yang tinggal di perkotaan maupun di wilayah pedesaan.

Ia juga menyoroti masih adanya pandangan di sebagian masyarakat yang menganggap bekerja lebih penting dibanding melanjutkan pendidikan. Padahal, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang ekonomi yang lebih baik di masa depan. "Pendidikan menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan daya saing seseorang. Karena itu, anak-anak harus terus didorong agar tetap bersekolah," ujar Atip, dalam keterangannya, Minggu 21 Juni 2026.

Di Kabupaten Garut, persoalan anak putus sekolah masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data pemerintah daerah, saat ini terdapat hampir 16 ribu anak yang belum melanjutkan pendidikan atau keluar dari sistem pendidikan formal.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berbagai program pun mulai disiapkan untuk mengurangi jumlah ATS sekaligus memastikan mereka dapat kembali ke bangku sekolah.

Salah satu program yang tengah dirancang adalah gerakan orang tua asuh yang melibatkan masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pihak lainnya untuk membantu pembiayaan maupun kebutuhan pendidikan anak-anak yang rentan putus sekolah.

"Kami ingin membangun gerakan bersama. Anak-anak yang putus sekolah tetap menjadi tanggung jawab kita semua. Karena itu, perlu ada keterlibatan berbagai pihak untuk membantu mereka kembali belajar," kata Abdusy Syakur.

Selain menyiapkan program orang tua asuh, Pemerintah Kabupaten Garut juga memberikan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan tersebut mencakup seragam, tas, dan sepatu sekolah yang selama ini menjadi salah satu kendala bagi sebagian keluarga untuk mempertahankan anak tetap bersekolah.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Garut juga menyoroti kebutuhan perbaikan sarana pendidikan, khususnya pada tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD). Dari sekitar 4.400 ruang kelas PAUD yang ada di Garut, sekitar seribu di antaranya masih memerlukan rehabilitasi.

Menurutnya, kemampuan anggaran daerah yang terbatas membuat proses perbaikan berjalan lambat. Saat ini, pemerintah daerah hanya mampu memperbaiki puluhan ruang kelas setiap tahun sehingga dukungan pemerintah pusat menjadi sangat penting.

Kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ke Pasirwangi dinilai menjadi sinyal kuat bahwa persoalan anak tidak sekolah harus ditangani secara bersama-sama. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak memperoleh pendidikan.

Dari kawasan lereng Gunung Papandayan, semangat kolaborasi tersebut mulai dibangun. Melalui program orang tua asuh dan berbagai dukungan pendidikan lainnya, Garut berharap dapat membuka kembali jalan bagi ribuan anak untuk kembali duduk di bangku sekolah dan meraih masa depan yang lebih baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....