Warga Arcamanik Gotong Royong Percepat Persiapan Pembangunan SMAN 28 Bandung
- 22 Jun 2026 10:23 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Semangat kebersamaan mewarnai kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) yang digelar di Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Minggu 21 Juni 2026. Ratusan warga bersama unsur pemerintah dan berbagai elemen masyarakat turun langsung membersihkan area pembangunan SMAN 28 Bandung yang berlokasi di Jalan Pacuan Kuda No. 28, Arcamanik.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mendukung percepatan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 28 Bandung yang selama ini menjadi harapan masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah VII Jawa Barat, jajaran KCD, Camat Arcamanik, Forkopimcam, pemerintah kelurahan, LPM, Forum RW, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam membersihkan dan menata area yang nantinya akan menjadi pusat kegiatan belajar mengajar bagi generasi muda Arcamanik.
Kepala SMAN 28 Bandung, Ai Sumiati, mengatakan pembangunan sekolah tersebut merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan menengah negeri di Kota Bandung, khususnya di wilayah Arcamanik yang selama ini belum memiliki SMA Negeri.
Menurutnya, kehadiran SMAN 28 Bandung menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama bertahun-tahun menginginkan fasilitas pendidikan negeri yang lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal mereka.
“SMAN 28 Bandung hadir untuk memberikan pilihan bagi lulusan SMP di Arcamanik dan sekitarnya agar memiliki kesempatan lebih besar melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri tanpa harus bergantung pada sekolah di wilayah lain,” ujar Ai.
Meski proses pembangunan fisik masih berlangsung dan kegiatan pembelajaran sementara dilaksanakan di SMAN 23 Bandung, minat masyarakat terhadap sekolah baru tersebut terbilang sangat tinggi. Data Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 menunjukkan jumlah pendaftar telah menembus angka seribu calon siswa. Sementara daya tampung yang tersedia hanya 216 kursi.
Tingginya angka pendaftar tersebut dinilai menjadi indikator kuat bahwa kebutuhan SMA Negeri di Arcamanik memang sangat mendesak. Selama ini, banyak lulusan SMP harus bersaing ketat untuk mendapatkan kursi di sekolah negeri yang berada di luar wilayah kecamatan.
Ai Sumiati mengaku terharu melihat dukungan masyarakat yang begitu besar terhadap pembangunan sekolah yang dipimpinnya. Menurutnya, keterlibatan warga dalam kegiatan gotong royong menjadi bukti bahwa SMAN 28 Bandung telah menjadi bagian dari harapan bersama masyarakat Arcamanik. Selain menjadi sekolah baru yang strategis karena berada di kawasan Arcamanik dan berdekatan dengan kawasan olahraga Jawa Barat, SMAN 28 Bandung juga diproyeksikan menjadi salah satu sekolah percontohan di Kota Bandung pada tahun 2026.
Di sisi lain, Camat Arcamanik, Willi Yudia Laksana, menegaskan bahwa pembangunan SMAN 28 Bandung merupakan hasil perjuangan panjang masyarakat yang terus disuarakan melalui berbagai forum perencanaan pembangunan.
Menurutnya, kebutuhan SMA Negeri selalu menjadi usulan prioritas warga dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat kelurahan hingga kota. “Selama bertahun-tahun masyarakat Arcamanik menginginkan adanya SMA Negeri di wilayah ini. Karena itu, ketika pembangunan SMAN 28 Bandung mulai berjalan, kami menyambutnya dengan penuh antusias,” katanya.
Willi menjelaskan, setiap tahun terdapat sekitar 600 hingga 700 lulusan SMP negeri maupun swasta di Arcamanik. Namun, keterbatasan daya tampung SMA Negeri menyebabkan tidak semua lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri.
Pemerintah Kecamatan Arcamanik, lanjutnya, akan terus mengawal seluruh tahapan pembangunan agar berjalan sesuai target. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menyukseskan proyek tersebut.
Dukungan serupa juga disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Barat, Asep Yudi Mulyadi, Ia menilai pembangunan SMAN 28 Bandung merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas layanan pendidikan yang merata dan berkualitas.
“Kami berharap sinergi yang sudah terbangun antara pemerintah dan masyarakat dapat terus dipertahankan sehingga pembangunan sekolah ini berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi warga,” ujarnya.
Kegiatan gotong royong yang berlangsung penuh semangat tersebut menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun masa depan pendidikan. Kehadiran SMAN 28 Bandung diharapkan tidak hanya menambah fasilitas pendidikan baru, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Arcamanik untuk memperoleh pendidikan berkualitas di wilayahnya sendiri.
Dengan dukungan berbagai pihak, pembangunan sekolah ini diharapkan segera rampung dan menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan yang mampu mencetak generasi berkarakter, berprestasi, dan siap berkontribusi bagi pembangunan Jawa Barat di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....