APINDO Bandung,Sejumlah Perusahaan Bertahan di tengah Persaingan Produk Impor

  • 19 Jun 2026 15:18 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Bandung mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan di Kota Bandung masih menghadapi tekanan berat akibat melemahnya kondisi ekonomi dan ketatnya persaingan pasar. Bahkan, beberapa perusahaan disebut nyaris menghentikan operasionalnya karena menurunnya pesanan dan tingginya tekanan persaingan usaha.

‎Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPK) APINDO Kota Bandung, Ahmad Kosim Asmari, mengatakan kondisi tersebut dirasakan oleh berbagai sektor industri, terutama industri padat karya seperti garment dan alas kaki. Salah satu pabrik sepatu yang masih bertahan saat ini, menurutnya, hanya mampu mempertahankan sekitar 700 pekerja dari total 8.000 karyawan yang pernah dimiliki.

‎"Karena faktor order dan persaingan, itu yang paling dirasakan. Ada perusahaan yang bangkrut, tetapi saya tidak bisa menyebutkan jumlahnya. Secara umum perusahaan memang mengalami kesulitan, tetapi kami bersyukur masih bisa bertahan," ujar Ahmad Kosim Asmari di Bandung, Jumat 19 Juni 2026.


‎‎Ia menjelaskan, APINDO terus berupaya membantu perusahaan anggota agar tetap dapat beroperasi dan mempertahankan tenaga kerja yang ada. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari membantu mencarikan peluang pesanan baru hingga mendorong adanya kebijakan yang dapat meringankan beban usaha, termasuk di bidang perpajakan.

‎‎Menurut Ahmad, tantangan terbesar saat ini berasal dari persaingan dengan produk impor, khususnya dari Tiongkok, yang dapat dijual dengan harga lebih murah. Kondisi tersebut semakin diperkuat dengan berkembangnya perdagangan melalui platform digital yang membuat produk luar negeri lebih mudah masuk dan bersaing di pasar domestik.

‎‎"Sektor garment menjadi yang paling terdampak. Persaingan dengan produk Cina yang lebih murah dan sistem belanja online yang sangat cepat membuat industri lokal menghadapi tekanan yang cukup besar," katanya.

‎‎Meski demikian, APINDO menilai dunia usaha masih berupaya bertahan di tengah berbagai tantangan yang ada. Pelaku usaha berharap kondisi ekonomi nasional dapat segera membaik sehingga daya beli masyarakat meningkat dan sektor industri kembali bergairah.

‎‎"Kami melihat situasi ekonomi dan pemerintahan saat ini. Harapan kami tentu kondisi bisa segera membaik sehingga dunia usaha dapat tumbuh kembali dan membuka lebih banyak kesempatan kerja," ucapnya.

‎‎Ahmad menambahkan, fokus utama pelaku usaha saat ini bukan melakukan ekspansi besar-besaran, melainkan menjaga keberlangsungan perusahaan dan mempertahankan tenaga kerja yang masih ada. Menurutnya, menjaga perusahaan tetap beroperasi menjadi langkah penting agar gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak semakin meluas.

‎Karena itu, APINDO terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif serta membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.

‎‎Ia juga menilai kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah sejauh ini belum memberikan dampak langsung terhadap aktivitas pelaku usaha di Kota Bandung.

‎‎"Efisiensi pemerintah tidak berpengaruh terhadap pelaku usaha. Yang paling penting bagi kami saat ini adalah bagaimana mempertahankan usaha yang ada dan terus menyampaikan peluang pekerjaan kepada masyarakat," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....