Masa Depan Prestasi Olahraga Jabar Ditentukan Hati Seorang Gubernur

  • 19 Jun 2026 14:44 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Prestasi olahraga Jawa Barat selama ini dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. Dominasi sebagai juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) dalam tiga edisi berturut-turut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di Jawa Barat telah berjalan dalam jalur yang benar dan menghasilkan prestasi yang membanggakan.

Namun, keberhasilan tersebut tidak akan bertahan selamanya tanpa adanya dukungan dan keberpihakan dari pemegang kebijakan tertinggi di daerah. Dalam konteks ini, faktor yang paling menentukan bukan semata-mata kemampuan atlet, pelatih, maupun pengurus cabang olahraga, melainkan sejauh mana perhatian dan komitmen gubernur terhadap pembangunan olahraga prestasi.

Kunci utama mempertahankan Jawa Barat sebagai provinsi olahraga terbaik di Indonesia sesungguhnya terletak pada kemauan politik atau political will pemerintah daerah. Kemauan tersebut tercermin dari keberanian mengambil kebijakan yang berpihak kepada pembinaan atlet dan keberlanjutan program olahraga prestasi.

Ketika seorang gubernur memiliki hati dan kepedulian yang besar terhadap olahraga, maka kebijakan yang lahir pun akan mengarah pada penguatan pembinaan, peningkatan sarana-prasarana, serta dukungan anggaran yang memadai. Sebaliknya, apabila olahraga tidak menjadi prioritas, maka berbagai program pembinaan akan berjalan tertatih-tatih meskipun cabang olahraga telah bekerja keras mencapai prestasi.

Pertanyaan yang kini mengemuka adalah seberapa penting prestasi olahraga di mata Gubernur Jawa Barat saat ini. Pertanyaan tersebut menjadi relevan karena masyarakat olahraga membutuhkan kepastian arah kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga tradisi prestasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Jika olahraga dipandang sebagai sektor yang kurang penting dibanding bidang lainnya, maka konsekuensinya akan langsung dirasakan oleh atlet, pelatih, dan organisasi olahraga. Padahal, mereka adalah pihak yang selama ini menjadi ujung tombak dalam mengharumkan nama Jawa Barat di tingkat nasional maupun internasional.

Pengorbanan insan olahraga Jawa Barat sesungguhnya tidak perlu diragukan lagi. Banyak cabang olahraga yang tetap menjalankan program pembinaan meskipun menghadapi keterbatasan anggaran, bahkan tidak sedikit yang harus mencari sumber pendanaan secara mandiri demi menjaga prestasi atlet.

Muaythai Jawa Barat misalnya, dalam beberapa kesempatan harus berjuang dengan kemampuan sendiri untuk mengikuti kejuaraan internasional. Keikutsertaan atlet pada ajang dunia dilakukan demi menjaga nama baik Jawa Barat dan Indonesia, meskipun dukungan anggaran dari pemerintah daerah belum sepenuhnya tersedia sebagaimana yang diharapkan.

Undang-Undang Keolahragaan secara tegas menempatkan olahraga sebagai salah satu sektor yang wajib mendapatkan perhatian negara. Pembinaan olahraga bukan hanya urusan organisasi olahraga semata, melainkan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berdaya saing.

Meski demikian, pelaksanaan amanat undang-undang tetap bergantung pada kebijakan yang diambil oleh para pemimpin daerah. Pada akhirnya, keberhasilan implementasi regulasi sangat ditentukan oleh sejauh mana kepala daerah memiliki komitmen untuk menjadikan olahraga sebagai bagian penting dari pembangunan.

Dalam perspektif pembangunan daerah, olahraga sebenarnya bukanlah sektor yang hanya menghasilkan medali. Lebih dari itu, olahraga berperan membentuk karakter masyarakat yang disiplin, tangguh, sportif, dan kompetitif, nilai-nilai yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sosial maupun pembangunan ekonomi.

Masyarakat yang tumbuh dalam budaya olahraga cenderung memiliki semangat juang yang tinggi dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan. Karena itu, investasi di bidang olahraga sesungguhnya merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia Jawa Barat.

Dari sisi politik pemerintahan, pembangunan prestasi olahraga juga memiliki nilai strategis yang besar. Prestasi olahraga mampu menjadi simbol keberhasilan daerah sekaligus meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap pemerintah yang mampu menghadirkan pencapaian di tingkat nasional maupun internasional.

Keberhasilan atlet Jawa Barat meraih medali dan mengangkat nama daerah akan memberikan dampak positif terhadap citra provinsi. Oleh karena itu, dukungan terhadap olahraga seharusnya tidak dipandang sebagai beban anggaran, melainkan sebagai investasi sosial yang manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Di tengah berbagai kebutuhan pembangunan yang harus dipenuhi pemerintah daerah, olahraga memang bukan satu-satunya sektor yang memerlukan perhatian. Infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial juga merupakan bagian penting dari agenda pembangunan daerah.

Namun demikian, prioritas pembangunan tidak seharusnya mengorbankan sektor yang telah terbukti menghasilkan prestasi dan kebanggaan bagi masyarakat. Keseimbangan kebijakan menjadi penting agar pembangunan berjalan menyeluruh tanpa mengabaikan pembinaan olahraga prestasi yang telah memberikan kontribusi nyata bagi Jawa Barat.

Masyarakat olahraga pada dasarnya memahami bahwa gubernur memiliki banyak pertimbangan dalam menyusun kebijakan anggaran. Setiap keputusan tentu harus memperhatikan kebutuhan masyarakat secara keseluruhan dan kondisi keuangan daerah yang tersedia.

Akan tetapi, masyarakat olahraga juga berhak mengetahui arah kebijakan pemerintah terhadap masa depan olahraga prestasi. Transparansi dan kepastian dukungan menjadi hal penting agar seluruh pemangku kepentingan dapat menyusun program pembinaan secara terukur dan berkelanjutan.

Jawa Barat saat ini berada pada persimpangan penting menjelang berbagai agenda olahraga nasional, termasuk persiapan menuju PON 2028. Target mempertahankan tradisi juara umum untuk keempat kalinya tentu membutuhkan kerja keras yang tidak sedikit serta dukungan sumber daya yang memadai.

Karena itu, masa depan olahraga prestasi Jawa Barat pada akhirnya kembali kepada satu pertanyaan mendasar: seberapa besar hati dan kepedulian gubernur terhadap olahraga. Sebab jika komitmen itu hadir dalam kebijakan nyata, maka peluang Jawa Barat untuk tetap menjadi provinsi olahraga terbaik di Indonesia akan tetap terbuka lebar di masa mendatang.

Penulis: Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati, Evi Silviadi SB (Ketua Harian PB Muaythai sekaligus Tokoh Adat)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....