Terminal Leuwipanjang Siap Tampung Perpindahan Bus dari Cicaheum
- 19 Jun 2026 13:01 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Terminal Leuwipanjang menyatakan kesiapan hampir penuh untuk mengakomodasi perpindahan operasional bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dari Terminal Cicaheum. Hingga pertengahan Juni 2026, kesiapan sarana, prasarana, hingga pengaturan lalu lintas di terminal terbesar di Kota Bandung tersebut telah mencapai sekitar 90 persen.
Koordinator Lapangan Terminal Leuwipanjang, Dedi Suhendar, mengatakan berbagai aspek pendukung operasional telah dipersiapkan guna memastikan proses perpindahan berjalan lancar tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
"Terkait sarana prasarana, kami sudah siap 90 persen di sini. Kami siap secara rekayasa lalu lintas, penempatan armada maupun pengaturan jadwal keberangkatan," ujar Dedi, Jumat 19 Juni 2026.
Menurut Dedi, saat ini Terminal Leuwipanjang telah menampung sekitar 560 armada bus dari berbagai perusahaan otobus (PO). Sementara itu, di Terminal Cicaheum masih terdapat sekitar 90 armada yang melayani berbagai jurusan.
Ia menjelaskan, pengaturan operasional dilakukan secara ketat untuk menghindari kepadatan armada di dalam terminal. Setiap perusahaan otobus diberikan batasan jumlah bus yang dapat berada di area terminal secara bersamaan.
"Karena kita atur. Setiap PO kita batasi. Ada yang maksimal tiga bus, ada yang satu berangkat dan satu standby. Jadi operasional tetap berjalan tertib," ucapnya.
Meski demikian, proses perpindahan seluruh operasional dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang belum sepenuhnya selesai. Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang menyebabkan beberapa armada dan aktivitas usaha tetap bertahan di Cicaheum.
Berdasarkan informasi yang diterima pihak terminal, salah satu persoalan utama yang masih menjadi pembahasan adalah tuntutan kompensasi dari para pedagang yang terdampak relokasi aktivitas terminal.
"Kami mendapat informasi bahwa masih ada tuntutan kompensasi dari para pedagang. Itu yang menjadi salah satu kendala dalam proses perpindahan," katanya.
Untuk mempercepat proses tersebut, jajaran pengelola terminal terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Bahkan, sejumlah pejabat teknis dari terminal telah ditugaskan untuk melakukan komunikasi langsung di Terminal Cicaheum.
"Kebetulan pimpinan kami, Kepala Seksi Lalu Lintas, sedang menuju ke Cicaheum untuk mengoordinasikan agar proses perpindahan bisa segera selesai. Secara aturan sebenarnya sejak 5 Juni seluruh operasional sudah harus pindah ke sini," jelasnya.
Dedi menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 19 perusahaan otobus yang telah beroperasi di Terminal Leuwipanjang. Sementara sebelumnya, jumlah perusahaan otobus yang beraktivitas di Terminal Cicaheum mencapai sekitar 21 PO.
Selain persoalan relokasi armada, pengaturan jadwal keberangkatan juga masih terus disempurnakan. Pengelola terminal saat ini sedang mengumpulkan data keberangkatan dari masing-masing perusahaan otobus agar jadwal operasional dapat tersusun secara lebih efektif dan tidak menimbulkan penumpukan kendaraan.
"Masalah jadwal juga masih kami kelola. Kami meminta data dari masing-masing PO terkait jam keberangkatan agar bisa diatur dengan baik. Sosialisasi juga terus dilakukan. Kami sudah beberapa kali mengundang seluruh PO untuk memastikan mereka segera masuk dan beroperasi di Terminal Leuwipanjang," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....